Kamis, 14/04/2016 22:09 WIB | Dibaca: 644 kali

Mensos: Daya Rusak Napza Lebih Bahaya dari Teroris


Menteri Khofifah saat meresmikan Pusat Informasi dan Edukasi Napza di Sleman. Foto: Candra

SLEMAN – Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa menilai Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) adalah musuh bersama bangsa Indonesia. Sebab, Napza lebih bahaya dari ancaman terorisme.

"Narkoba lebih mengerikan dibanding terorisme karena mempunyai daya rusak yang sangat kuat. Yang dirusak  moral generasi dan bangsa," kata Menteri Khofifah saat meresmikan Pusat Informasi dan Edukasi Napza di Panti Sosial Pamardi Putra (PPSP) di Dukuh Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (14/04/2016).

Meski demikian, Menteri Khofifah menilai  pecandu Napza itu bukanlah sebuah penyakit, sehingga para pecandu kemudian dikucilkan dari kehidupan masyarakat. Seharusnya, kata dia, para pecandu didekati, disadarkan, dan dibina agar meninggalkan Napza

“Pecandu bukan penyakit, tetapi hanya sesuatu kesalahan perilaku . Dan di pusat rehabilitasi ini kalau mau mengobati kecanduan ya harus merubah perilakunya terlebih dahulu. Saya kira itu sudah dilakukan PPSP,” katanya.

Upaya pemberantasan Narkoba menurutnya menjadi keniscayaan jika ingin masyarakat hidup aman dan tentram. Sebab, kata dia, Narkoba mendekatkan diri kepada kriminalitas atau kejahatan.

“Banyak kasus kejahatan yang dipicu karena pelakunya menggunakan Narkoba. Jadi memang sudah kewajiban kita bersama memberantas apa yang namanya Narkoba dan sejenisnya,” tegas Menteri Khofifah.

Peresmian Pusat Informasi dan Edukasi Napza, dihadiri pejabat Dinas Sosial dari Pemda DIY dan Pemkab Sleman, serta para peserta pelatihan volunteer  Anti Napza dari kalangan pengurus PKK tingkat kelurahan dan kecamatan se Kota Yogyakarta yang difasilitasi Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 


 





Baca Juga