Jumat, 15/04/2016 21:43 WIB | Dibaca: 1154 kali

Danrem dan Bupati Panen Raya Padi di Desa Mororejo


Danrem 072/Pmk dan bupati Sleman panen raya di Desa Mororejo. Foto: doc. Humas Sleman

SLEMAN - Bupati Sleman Sri Purnomo beserta Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono melakukan panen raya padi pada lahan percontohan di Desa Plumbon Kulon, Mororejo, Tempel, Sleman, Jumat (15/04/2016). 

Menurut Stephanus panen raya ini merupakan program ketahanan pangan nasional dari TNI bekerjasama dengan Gapoktan Desa Mororejo yang didukung oleh PT. Salimas Citra Kencana sebagai  produsen pupuk organik. Menurutnya jika Indonesia tidak bisa menjaga ketahanan pangannya, maka hal tersebut dapat mengancam kelangsunga hidup bangsa.

“Ketahanan pangan harus kita jaga, bila tidak akan menjadi ancaman yang sangat serius”, ungkap Stephanus.

Dalam panen raya tersebut, lahan seluas 3 hektar yang ditanami padi jenis Ciherang diuji coba menggunakan produk pupuk organik Supermax.

Kades Desa Mororejo, Roni Nurdiyantara mengungkapkan, terjadi perubahan cukup signifikan antara padi yang tidak dan diberikan pupuk organik.

“Dari pengecekan ubinan kami mendapatkan hasil 6,08 ton dari padi yang diberi pupuk tersebut, dan yang tidak diberi pupuk hanya menghasilkan 4,08 ton perhektar,” ungkap Roni.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa Kabupaten Sleman saat ini surplus beras. Pemkab Sleman akan terus mempertahankan lahan pertanian yang saat ini sedang dalam proses pembukaan lahan pertanian baru. Rencananya akan dibuat lahan baru seluas 50 hektar memanfaatkan areal bekas banjir lahar dingin di daerah Minggir serta Cangkringan.

“50 hektar tersebut akan kami maksimalkan di Minggir dan sisanya di Cangkringan, setelah sukses akan kami perluas menjadi 100 hektar sesuai arahan dari menteri pertanian,” pungkas Sri Purnomo. (pr*/hms)

Redaktur: Faisal


 



Terpopuler


Baca Juga