Senin, 13/11/2017 19:21 WIB | Dibaca: 74 kali

Danramil Umbulharjo Ingatkan Menwa Amayo Waspadai Perang Proxy


Danramil Umbulharjo, Mayor Cecep saat menjadi pembicara seminar kebangsaan di AMAYO. Foto: ist/dim

YOGYAKARTA - Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Satuan Rajawali Sangga Buana Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta (AMAYO) menggelar Seminar Kebangsaan di Aula AMAYO, Jalan Pramuka, Umbulharjo, Yogyakarta, Minggu (12/11/2017). Seminar bertemakan ‘Waspada Terhadap Ancaman Proxy War’ tersebut menghadirkan pembicara Komandan Koramil (Danramil) 07/Umbulharjo Kodim 0734/Yogyakarta, Mayor Kav Cecep Saepudin, S Sos.

Dalam paparannya, Mayor Cecep menjelaskan, proxy war (perang proxy) merupakan perang dengan menggunakan pihak ketiga, berbeda dengan perang konvensional atau perang bersenjata.

Dijelaskan Mayor Cecep, karakteristik Negara Indonesia yang berlimpah sumber energinya, saat ini menjadi sasaran Negara lain.

“Dilihat dari posisi geografis Indonesia memiliki ketersediaan air bersih dan energi yang berlimpah, maka saat ini Indonesia sedang dilirik Negara lain, inilah yang bisa menimbulkan perang masa kini melalui perang energi,” ujarnya.

Untuk itu, kata Mayor Cecep, dituntut peran serta dari para generasi penerus agar mewaspadai ancaman proxy war tersebut. Mayor Cecep berpendapat, mahasiswa harus mampu mengisi kemerdekaan ini dengan belajar agar bisa menampik segala serangan dari luar. Dia menandaskan, jangan berpikir akan sukses apabila tidak melakukan suatu proses.

Serangan proxy war menurut Mayor Cecep bisa diantisipasi dari lingkungan sekitar. Diantaranya, dicontohkannya dengan mewaspadai segala bentuk berita yang ada di media sosial,

“Jangan sampai kita termakan oleh berita yang belum tentu kebenarannya atau berita hoax,” ungkapnya mengingatkan peserta seminar.

Sementara Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan AMAYO, Yulianto Nugroho menyambut baik kegiatan seminar kebangsaan ini. Yulianto berharap, peserta akan semakin mencintai bangsa dan negara setelah mendapat pengetahuan baru dari seminar,

“Semoga dengan adanya seminar kebangsaan ini, mahasiswa semakin mencintai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila dan dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Acara yang diikuti sekitar 230 Mahasiswa AMAYO Semester I ini diakhiri dengan diskusi tanya jawab. (dim)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga