Sabtu, 16/12/2017 01:24 WIB | Dibaca: 269 kali

Sempat Mengira Gempa Dari Merapi, Warga Kalasan Panik


Seorang ibu keluar rumah dengan membawa anaknya saat gempa terjadi. Foto: Rudi

SLEMAN - Gempa mengguncang Yogyakarta, Jumat (15/12/2017) malam sekitar Pukul 23:47. Saat terjadi gempa warga di Tirtomartani, Kalasan, Sleman, sempat panik. Banyak warga yang masih terjaga berlarian ke luar rumah.

Menurut Wahyu (40) warga Tirtomartani, Kalasan, Sleman, gempa terjadi selama sekitar 1 menit. Saat gempa terjadi, kawasan jalan Cangkringan berkabut cukup tebal. Ia yang saat gempa tengah duduk-duduk di angkringan sempat panik, namun setelah melihat info BMKG dari media sosial, warga kembali masuk ke dalam rumah,

“Gempanya terasa besar mas, apalagi di akhir. Informasinya di tweeter gempa  berkekuatan 7,3 SR berpusat di Tasik Malaya, Jawa barat. Meski katanya berpotensi tsunami, kami cukup tenang, karena pusat gempanya cukup jauh. Mudah-mudahan tidak ada gempa susulan,” ujarnya.

Informasi yang diterimanya Gempa juga terasakan cukup besar dirasakan warga di wilayah Jawa Tengah Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, dan Temanggung.

“Saya ditelepon saudara di Jawa Tengah katanya di sana Gempanya juga besar, dikiranya dari Yogyakarta, dari Bantul atau Merapi. Semoga gempa besar tidak terjadi lagi di Yogyakarta seperti tahun 2006 yang lalu,” ujarnya.

Informasi resmi dari BMKG, pusat gempa berada di 43 Km Barat Daya Tasik Malaya, Jawa Barat dengan kedalaman 105 Km. BMKG menyatakan gempa tersebut berpotensi tsunami di Jawa Barat, Jawa tengah, dan DIY. Warga di wilayah Jawa barat, Jawa Tengah, dan DIY di sekitar pantai diminta mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi. Hingga berita ini diturunkan, peringatan dini tsunami dari BMKG belum dicabut. (kt1)

Redaktur: Rudi F


 





Baca Juga