Selasa, 30/01/2018 20:45 WIB | Dibaca: 592 kali

DPRD Kota Yogyakarta Setujui Anggaran Rp 3 Miliar Untuk JBM


Antonius Fokki Ardiyanto. Foto: ist

YOGYAKARTA - Komisi D DPRD Kota Yogyakarta penggunaan anggaran APBD sekitar Rp 3 miliar untuk mendukung program Jam Belajar Masyarakat (JBM), dalam tahun anggaran 2018. Persetujuan tersebut mengemuka dalam rapat dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, belum lama ini.

Menurut Pimpinan Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, dana Rp 3 miliar tersebut menempel pada anggaran kecamatan dan dipergunakan untuk mendukung pelaksanaan JBM dengan basis Rukun Warga (RW). Fokki berharap di tahun 2019 anggaran dapat menempel pada stimulan RW.

“Artinya tiap RW mendapatkan alokasi anggaran Rp 3 juta yang menempel di kecamatan, berdasarkan evaluasi tahun 2017 dlm rapat tsb juga terungkap bahwa banyak yang tidak terserap dan dikembalikan ke kas daerah. Itulah yg menjadi salah satu alasan mengapa di tahun anggaran 2019 diharapkan menempel di stimulan RW,” ungkapnya, Selasa (30/01/2018).

Dijelakskan Fokki, anggaran Rp 3 juta per RW diperuntukkan untuk berbagai kegiatan seperti membayar guru les dan melengkapi sarana prasarana (Sarpras) pendukung seperti papan tulis dan alat tulis. Disamping itu, kata Fokki,  juga untuk mendukung pelaksanaan JBM supaya efektif

“Karena kami menyadari bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga maka dalam rapat tersebut disepakati adanya rekrutmen 124 pendamping JBM dari relawan dan aktivis Kelompok Belajar Masyarakat (KBM) yang honorarium sebesar Rp 100 rb/bulan diambilkan dari DPA Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta,” ujarnya .

Masih menurut Fokki, daya dukung anggaran untuk mensukseskan program JBM ini didasari beberapa alasan diantaranya adanya kesadaran DPRD bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama yang keberhasilannya sangat menentukan kehidupan anak di kemudian harinya. Kemudian, kata Fokki, lingkungan tempat tinggal merupakan ekosistem tempat anak tumbuh dan berkembang yang dapat memberi pengaruh besar pada proses pendewasaan anak.

“Selanjutnya bahwa partisipasi keluarga dan kepedulian lingkungan terhadap pendidikan sangat penting untuk mendukung keselarasan program pendidikan dan kerja sama secara lebih luas demi keberhasilan pendidikan anak,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Rudi F



 



Terpopuler


Baca Juga