Selasa, 30/01/2018 22:09 WIB | Dibaca: 219 kali

Pemerintah Berencana Bubarkan 43 Ribu Koperasi Tidak Sehat


ilustrasi. Foto:doc/ist

YOGYAKARTA - Menteri Koperasi, Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, saat ini terdapat sekitar 72 ribu koperasi yang tergolong sehat, sedangkan sebanyak 75 ribu koperasi masih harus dibina untuk menjadi koperasi sehat. Sementara itu, ada sekitar 43 ribu koperasi tidak sehat yang harus dibubarkan.

“Peningkatan kualitas koperasi menjadi fokus pengembangan koperasi di Indonesia. Ini lebih penting daripada memiliki koperasi dalam jumlah yang banyak, namun tidak berkualitas baik. Kalau koperasi yang kualitasnya tidak baik akan dibubarkan,” ungkapnya saat berkunjung ke kampus UGM, Selasa (30/01/2018).

Dijelaskan Menteri Puspayoga, kebijakan reformasi koperasi ini merupakan jawaban atas permintaan dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar koperasi bisa semakin maju dan berperan dalam mendorong perekonomian Indonesia. Dalam waktu 2 tahun sejak mulai diimplementasikan pada tahun 2014 silam, kata dia, reorientasi ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Menurutnya, dari zaman Indonesia merdeka PDB koperasi selalu berada di angka satu koma sekian persen, namun pada tahun 2016 mencapai hampir empat persen,

“Selain itu, pada tahun yang sama rasio wirausaha yang sebelumnya juga tidak mencapai dua persen akhirnya meningkat ke level 3,01%,” ujarnya.

Di tengah tren peningkatan kegiatan wirausaha, koperasi pun bisa berperan sebagai penyalur kredit usaha. Ia menantang UGM untuk bisa membuat koperasi yang lebih besar dengan melibatkan ribuan mahasiswa, dosen, karyawan, serta alumni.

“Sekarang memang sudah ada KOPMA, tapi mungkin bisa tidak kalau melibatkan dosen, alumni yang jumlahnya puluhan ribu, kalau semua digabung, gotong-royong mungkin proyek APBN bisa diambil,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM menuturkan di UGM ada dua koperasi yang besar, yaitu KOPMA untuk mahasiswa serta KOSUD untuk para karyawan. Koperasi di UGM, kata dia, memiliki manfaat yang nyata bagi para dosen dan mahasiswa.

“Keberadaan koperasi pun selaras dengan visi dan misi UGM yang mulai mengarahkan kepada pengembangan wirausaha,” kata Rektor. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 

 


 





Baca Juga