Siap Cetak Technopreneur, FT UJB Kembangkan Kerjasama dengan Gameloft


Dua Recruitment Lead PT. Gameloft Indonesia mengisi kuliah umum di FT Universitas Janabadra Yogyakarta. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Janabadra (FT-UJB) Yogyakarta terus meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam penguasaan teknologi dan informatika. Hal itu sebagai upaya mewujudkan program fakultas untuk mencetak lulusan sarjana yang bergerak dibidang techno preneur atau wirausahawan bidang teknologi.

Wakil Dekan FT UJB,  Dr. Eng. Mochhamad Syamsiro menuturkan, FT UJB periode 2017 – 2021 mempunyai target untuk empat tahun mendatang mampu menciptakan mahasiswa sebagai pelaku sosio preneur dan technopreneur,

“Pada tahun ke dua kita programkan internasionalisasi, tahun ketiga  kerjasama industri,  dan tahun keempat sosio preneur. Ini tentu ada nilai sosialnya tidak murni bisnis. Makanya kita merancang dari sekarang pengembangannya. Untuk tekcnopreneur salah satunya dengan start up mengembangkan game dengan menggandeng PT Gameloft Indonesia,” tuturnya di sela acara kuliah umum Prodi Teknik Informatika UJB bertemakan “Gamevon: Game Development on Industries” di executive room UJB, Senin (26/02/2018) siang.

Dikatakan Syamsiro, selain Prodi Teknik Informatika (TI) yang melakukan inovasi pengembangan game bekerjasama dengan PT Gameloft Indonesia, dari jurusan lain juga melakukan akselerasi (percepatan) serupa. Untuk Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Sipil, kata dia, juga sudah bekerjasama dengan perusahaan-perushaan produsen mesin untuk mengembangkan permesinan dibidang pertanian dan industri,

“Kami berharap, ke depan setelah lulus mahasiswa tidak usah mencari kerja kemana-mana, tapi membuat perusahaan sendiri dengan kemampuan yang terus diasah sejak saat ini di FT UJB,” harap akademisi yang menemukan teknik baru merubah sampah menjadi sumber energi ini dan sudah diterapkan di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul ini.

Kepala Program Studi (Kaprodi) TI UJB,  Ryan Ari Setyawan, S.Kom, M.Eng menambahkan, di Prodi TI sudah ada rancangan kurikulum mata kuliah Sistem multi media dan game yang didukung dengan fasilitas laboratorium yang memadai.  Satu laboratorum yang sudah ada, kata dia, dilengkapi sedikitnya 10 PC komputer dengan spesifkasi tinggi khusus untuk game, serta tester game berupa televisi khusus berukuran 60 inch.

“Ruangan laboratorium kami konsep agar mahasiswa enjoy, mengadopsi ruangan yang enak untuk berdiskusi. Kami akan menciptakan Konsentrasi Keahlian Bidang Game, itu yang nantinya di Prodi TI akan tonjolkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ryan mengatakan diselenggarakannya kuliah umum Gamevon bertujuan menumbuhkan minat mahasiswa untuk membuat game. Menurutnya, dalam kuliah umum tersebut, mahasiswa akan dipahamkan bahwa game itu bukan hanya berkaitan dengan programer saja, tapi juga ada unsur desain, produce, artistik, dan divestornya.

Setelah kuliah umum hari ini, kata Ryan, nanti ada semacam mentoring (pendampingan) dari PT Gameloft Indonesia. Ia berharap nantinya jika ada karya game mahasiswa yang bagus bisa di pasarkan melalui Gameloft.

“Selama ini Game loft biasa kerjasamanya Porting, intinya mengubah game yang biasa dimainkan di PC ke Ponsel atau gedget.  Gameloft juga biasa bekerjasama dengan studio indie , yang dibuat masyarakat biasa dengan kompensasi royalty yang ditentukan mereka. Nah dengan kuliah umum ini mahasiswa diharapkan mengerti proses bisnisnya, sehingga termotivasi membuat Game,” imbuh Ryan.

Ryan menambahkan, output dari kuliah umum Gamevon dan mentoring nantinya tidak hanya berorientasi agar mahasiswa menciptakan game yang komersial saja, namun juga ada nilai sosial dan edukasinya. Menurutnya, game yang bermuatan edukasi sangat penting untuk diciptakan, memingat saat ini menjadi keprihatinan bersama akan merebaknya kenakalan remaja yang salah satunya akibat game yang mengandung kekerasan,

“Kadang anak-anak disuruh untuk belajar susah , lebih suka main game. Tapi di sisi lain kita menyasar ke hal yang paling dasar dulu, yaitu menumbuhkan minat mahasiswa untuk memproduksi game, intinya seperti itu. Nanti kalau sudah ada mentoring, kemudian sudah ada konsepnya baru kita akan membuat game yang edukatif, tujuannya memang ke arah sana juga,” tutupnya.

Sekadar informasi dalam kuliah umum “Gamevon: Game Development on Industries” dihadirkan dua pemateri, yaitu  Yovita Susanti dan Ingga Novitasari. Keduanya merupakan Recruitment Lead PT. Gameloft Indonesia. Kuliah umum yang dimulai dari Pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti 150 peserta. Tak hanya dari UJB, peserta juga berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Kota Yogyakarta.(rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 


 





Baca Juga