Selasa, 27/03/2018 19:27 WIB | Dibaca: 861 kali

DPW Asosiasi Pengacara Pengadaaan Indonesia DIY Resmi Dikukuhkan


Pelantikan DPW APPI DIY di Quality Hotel, Yogyakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Foto: Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW APPI DIY) resmi dukukuhkan, Selasa (27/03/2018) di Grand Quality Hotel Yogyakarta. Pengukuhan dihadiri langsung ketua umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APPI, Dr. Sabela Gayo, SH, MH, P.hD, CPL, CPCLE.

Ketua DPD APPI DIY periode 2018-2023 dijabat oleh Ahmad Mustaqim, SH.CPL, yang membawahi sedikitnya 25 anggota.

Dalam sambutannya, Ketum DPN APPI, Sabela Gayo mengatakan, APPI didirikan untuk mendorong terciptanya satu sistem pengadaan baik di Lembaga pemerintah maupun swasta,

“Kehadiran kami untuk mendorong agar pihak-pihak terkait pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat menerapkan tata kelola pengadaan yang bersih, akuntabel, kredibel, dan berintegritas,” ujarnya.

Sabela Gayo meginformasikan saat ini APPI memiliki 950 anggota di seluruh Indonesia. Menurutnya, anggota yang sudah mengikuti pendidikan khusus pengacara pengadaan  sebanyak 480 orang. sedangkan yang sudah bersertifikasi Certified Procurement Lawyer (CPL), kata dia, sebanyak 280 orang.

“Aanggota APPI tersebar hampir di 18 provinsi di seluruh Indonesia. Pelantikan DPW APPI DIY ini adalah yang ke 13, nanti akan ada pelantikan DPW lainnya dalam waktu dekat. Antara lain NTB (Nusa Tenggara Barat), Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, DKI, dan Sumatera Barat,” ujarnya.

Dijelaskan Sabela Gayo, pengadaan barang dan jasa bagi APPI merupakan sesuatu yang strategis karena merupakan jantungnya pembangunan di Indonesia. Terlebih, kata dia, anggaran belanja negara sekitar 2.080 Triliun di semua kementrian dan pemerintah daerah di Indonesia. Menurutnya, dari jumlah tersebut masih banyak yang tidak terserap karena pemegang kebijakan takut mengeksekusi anggaran untuk pengadaan,

“Banyak yang masih takut terkena UU Tipikor dan pidana lainnya apabila menggunakan anggaran untuk pengadaan. Jadi nanti kita mendorong teman-teman sebagai pengacara pengadaan agar dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan para penegak hukum lainnya, dari kepolisian dan kejaksaan. Dengan adanya sinergi itu kita berharap ada satu standar pemeriksaan terkait dengan perkara tipikor di sektor pengadaan, sehingga anggaran negara untuk pembangunan bisa terserap secara optimal,” harapnya.

Sementara Ketua DPW APPI DIY, Mustaqim mengatakan, diawal kepengurusanDPW APPI DIY, ia dan jajarannya akan berusaha menjalankan program-program kerja sesuai yang diamanahkan DPN.

Menurutnya, tugas sebagai ketua DPD APPI bukan sesuatu yang ringan. Namun demikian, ia optimistis bisa menjalankan program dan visi-misi organisasi dengan sinergitas yang solid seluruh pengurus dan APPI DIY,

“Saya berharap dengan bersinergi DPW APPI DIY bisa besar dan lebih besar lagi. Terimakasih kepada Ketua DPN APPI beserta jajaran atas mandat yang diberikan kepada kami. Mudah-mudahan apa yang diamanatkan bisa kami laksanakan dengan baik,” tuturnya.

Keyakinan Mustaqim tak lepas dari dukungan pengurus DPW APPI DIY yang didominasi advokat muda serta dengan bimbingan senior yang berada di fungsionaris,

“Dengan kehadiran APPI di DIY secara kelembagaan kami berharap agar sistem pengadaan bisa diterapkan dengan lebih baik, lebih transparan, akuntabel, kredibel dan berinegritas,” tutupnya.

Acara pelantikan DPW APPI DIY dihadiri oleh Edi Yusman, SH (Penasihat DPN APPI), AKBP Rianto (Kepala Pengawas Penyidikan, Ditreskrimsus Polda DIY), Rakhmansyah Batubara, SH, CPL (Pengurus DPN APPI) serta jajaran pengurus DPN APPI. Acara pelantikan dirangkaikan dengan Pendidikan Khusus Pengacara Pengadaan (PKPP) angkatan ke 28 yang akan digelar selama 3 hari ke depan di Grand Quality Hotel Yogyakarta.  (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga