55 Drum Band TK Se DIY dan Sekitarnya Berkompetisi Raih Juara Gita Nada Marching Kids


Penampilan Drumb Band TK ABA Dhuri dalam lomba Drumb Band Gita Nada Marching Kidís Yogyakarta di Purawisata. Foto:Ja'faruddin. AS

YOGYAKARTA - Sedikitnya 55 kelompok drum band Taman Kanak-Kanak (TK) se wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Magelang, Klaten dan sekitarnya berkompetisi meraih juara dalam event tahunan Gita Nada Marching Kid’s Yogyakarta, di Taman Hiburan Rakyat (THR) Purawisata Yogyakarta, Minggu (22/04/2018).

Ketua Panitia Event, Adi Sudrajat mengatakan, selain merupakan event tahunan, penyelenggaraan lomba drum band tahun 2018 yang diselenggarakan Gita Nada Marching Kid’s Yogyakarta kali ini sekaligus memperingati hari Kartini.

Event kali ini bertemakan peringatan Hari Kartini. Lomba hari ini sudah yang ke 16 kalinya diselenggarakan Gita Nada Marching Kid’s Yogyakarta,” katanya di sela-sela kegiatan.

Adi menjelaskan, lomba diikuti anak-anak yang rata-rata berusia 5 sampai 6 tahun. Lomba yang dihelat lembaganya yang sudah berkiprah selama 17 tahun mengembangkan drum band, merupakan ajang kreatifitas anak-anak TK sebelum naik ke jenjang SD. Menurutnya, drum band merupakan salah satu keterampilan musik yang banyak dikembangkan sekolah-sekolah di DIY dari tingkat TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan Perguruan Tinggi,

“Karena dalam drum band ada banyak nilai positifnya, seni sekaligus oleh raga. Drum band untuk anak-anak yang masih usia emas ini sangat baik untuk melatih kerjasama, kedisiplinan dan konsentrasi. Diharapkan skill dasar drum band yang diasah melalui lomba tingkat TK ini menjadikan anak-anak ketika SD nanti tidak lagi canggung memegang alat drum band, hingga ke tahapan mahir nantinya,” imbuh Adi.

Dikatakan Adi, Lomba Drum band tahun ini, kata dia, banyak terlihat peningkatan dari sisi jumlah peserta. Jika tahun lalu peserta berjumlah 50 TK, tahun ini diikuti oleh 55 TK. Selain itu, terang Adi, dari sisi kualitas bermusik dan artistiknya juga lebih kreatif dan inovatif,

“Selain dari kuantitas peserta yang lebih banyak, kualitas peserta tahun ini ada peningkatan, bisa disaksikan pada pukulan drum band lebih bagus, kreatifitas lebih banyak dipertunjukkan,” imbuh Adi.  

Diinformasikan Adi Sudrajat, dalam lomba yang digelar sejak pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB tersebut, akan diperebutkan juara 1, 2, dan 3 dari beberapa kategori. Pemenang akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan. Untuk juri, kata Adi, dihadirkan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berkompeten dibidang Marching Band.

Di sisi lain, Robert Sulistya, Pelatih drum band dari TK ABA Dhuri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman mengungkapkan, anak-anak asuhnya rutin mengikuti kompetisi drum band tahunan Gita Nada Marching Kid’s. Menurut Robert, kelas drum band menjadi favorit TK-TK yang ada di Yogyakarta, sehingga setiap akhir tahun selalu ada pentas dan lomba,

“Rata-rata untuk lomba dalam satu tahun dua kali diselenggrakan. Biasanya kalau pertama anak-anak tampil masih grogi, namun untuk yang kedua kalinya sudah lebih PD (Percaya Diri),” ungkap Robert yang sudah berkali-kali membawa drum band TK ABA Dhuri meraih Juara dalam setiap perlombaan ini.

Robert mengatakan, setiap tahun ada yang berbeda dalam penyelenggaraan kompetisi drum band, terutama dari segi kreatifitas. Sebab, kata dia, setiap pelatih bersaing untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak didiknya.

Robert mengaku melatih anak-anak TK menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun, dengan berbekal ketelatenan, kesabaran, dan kepekaan, ia selalu optimistis bisa membentuk anak-anak menjadi pemusik drum band berkualitas meski masih usia anak-anak,

“Melatih anak-anak memang susah, tapi ini tantangan buat saya. Kalau anak-anak kan tidak bisa dipaksain, kalau sudah males, sudah capek, ya harus di stop. Setelah di refresh baru bisa dimulai lagi, jadi memang butuh waktu dan kesabaran ekstra,” imbuhnya.

Menurut Robert untuk lomba kali ini, drum band TK ABA Dhuri, mempersiapkan diri selama 6 bulan, dengan menjalani latihan minimal seminggu sekali, membawakan dua lagu. Idealnya, kata dia, persiapan maksimal bisa sampai 10 bulan. Ia berharap, dengan latihan yang sudah dijalani, drum band TK ABA Dhuri, yang termasuk kelompok besar dengan jumlah personil sekitar 40 anak, bisa kembali meraih juara,

“Tahun ini targetnya juara lagi. Untuk mencapai prestasi memang tidak mudah, tapi kita harus selalu optimis, harus bisa menang,” tutup Robert Sulistya. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

 


 





Baca Juga