Selasa, 11/09/2018 11:45 WIB | Dibaca: 263 kali

Pendidikan TIK Pionir Generasi Milenial


Teguh Wiyono.Foto:doc/pri

Oleh: Teguh Wiyono, M.Pd.I *

Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan konvensional (tatap muka) ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat dua arah, kompetitif, multidisipliner, serta tingginya produktivitas yang tidak lain disebabkan oleh perkembangan tekhnologi.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat diibaratkan bilah pisau yang bisa membawa manusia ke dua arah yang berbeda, yang pertama bisa membawa manusia ke jalan yang baik dengan segala kecanggihan yang dimiliki membuat manusia mendapat kemudahan di segala bidang (dampak positif), sedangkan yang kedua bisa membawa manusia ke dalam kesengsaraan,

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia tetapi, kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalah gunaannya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Tekhnologi Salah Arah

Mengingat di era sekarang dikenal dengan era millenial atau era serba tekhnologi yang secara garis besar pengguna adalah generasi pelajar. Jangan sampai peserta didik dalam memanfaatkan tekhnologi salah arah dan menjadikan bomerang, misalanya; malas belajar, tidak peduli terhadap lingkungan, prestasi menurun, penipuan, pembajakan, penculikan, tindak kriminal secara psikologis, pengakses situs-situs porno, menimbulkan perilaku individualis dan apatis oleh si pengguna dan lain sebagainya. Sehingga peranan pembelejaran TIK di sekolah sangat penting dan harus menjadi pioner yang berkarakter dalam dunia pendidikan.

Dengan pendidikan, diharapkan kemajuan suatu bangsa bisa mudah tercapai. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.

TIK sangat penting bagi kehidupan generasi millenial, salah satunya yaitu untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang teknologi. Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat membuat  perubahan  pesat  dalam  kehidupan  generasi millenial yang  mengalami  penambahan  dan perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK. Melalui perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, peserta didik bisa mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. TIK akan memudahkan peserta didik mendapatkan  ide  dengan cepat dan bertukar pengalaman  dari  berbagai  kalangan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan Teknologi  Komunikasi  merupakan  segala  hal  yang  berkaitan  dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi merupakan suatu  padanan  yang  tidak  terpisahkan yang  mengandung  pengertian  luas  tentang segala  kegiatan  yang  terkait  dengan  pemrosesan,  manipulasi,  pengelolaan,  dan transfer/pemindahan informasi antar media.

Menyadarkan  Peserta Didik

Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi diantarnya: pertama, menyadarkan  peserta didik akan  potensi  perkembangan  teknologi  informasi  dan komunikasi  yang  terus  berubah  sehingga  termotivasi  untuk mengevaluasi  dan  mempelajari  teknologi  ini  sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kedua, memotivasi  kemampuan peserta didik agar bisa  beradaptasi  dan  mengantisipasi perkembangan  TIK,  sehingga  bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri. Ketiga, mengembangkan  kompetensi  dalam  menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk  mendukung  kegiatan  belajar,  bekerja,  dan  berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.

Keempat, mengembangkan  kemampuan  belajar  berbasis  TIK,  Sehingga  proses  pembelajaran  dapat  lebih  optimal,  menarik,  dan mendorong siswa lebih terampil  dalam  berkomunikasi,  terampil  mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama. Kelima, mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab  dalam  penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari. Keenam, Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaanya. Dengan kata lain, tekhnologi dapat berinteraksi dengan siswa secara individual misalnya dengan bertanya dan menilai jawaban.

Ketujuh, Penggunaan teknologi yang tepat juga dapat membantu untuk menonjolkan skill dan passion dengan baik. Hal ini pun bisa mendorong siswa untuk mengupayakan performa semaksimal mungkin untuk meraih kesuksesan melalui karya-karya, baik di bidang akademis (penelitian dan makalah) maupun media sosial (Vlog dan YouTube). Di sisi lain, tren di bidang teknologi dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan. Melalui platform e-commerce atau marketplace, banyak anak muda yang sukses mengembangkan bisnis secara online dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kemudian Peranan teknologi informasi dan komunikasi, meliputi; Pertama, adanya perkembangan TIK yang menjadi jembatan ilmu. Salah satu peran TIK di era globalisasi ini adalah sebagai media informasi, misalnya internet. Peserta dapat mengeksplorasi informasi yang ada di seluruh dunia dengan lebih efesien dan efektif hanya dengan mengakses internet.

Kedua, Selain peran TIK sebagai media informasi, perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan peserta didik sebagai media komunikasi. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet untuk chatting dan mailing, peserta didik dapat berkomunikasi dengan saling bertukar informasi tentang apa yang sedang dibahas. Tidak hanya komunikasi antara peserta didik, peserta didik dengan guru atau para ahli pun dapat dilakukan. Dengan cara ini, peserta didik akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan.

Ketiga, dengan adanya perkembangan TIK, belajar menjadi jauh lebih efesien. Proses pembelajaran tidak harus selalu dengan bertatap muka seperti jaman dahulu. Kini, proses pembelajaran dapat dilakukan memanfaatkan perkembangan TIK yang ada, sehingga kita juga dapat efesien dalam menggunakan waktu. Untuk di indonesia sendiri, disebabkan oleh kondisi geografis yang merupakan negara kepulauan, TIK sangat mampu menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di indonesia, karena TIK yang memiliki kemampuan untuk meratakan pendidikan di indonesia, TIK memiliki kemampuan untuk memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Inilah sebabnya mengapa perkembangan TIK disebut dengan penghilang batas ruang dan waktu.

Keempat, Digunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah. Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar yang menggunakan fasilitas multimedia dari pada metode belajar konvensional.  Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelola institusi pendidikan. Peran yang dimaksud adalah memudahkan institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi untuk para peserta didik, seperti informasi tentang biaya pendidikan, kurikulum, pembimbing, dan sebagainya. Serta untuk mengelola manajemen operasional dengan lebih efesien, efektif, dan optimal.

Dengan menjadikannya pendidikan TIK sebagai pioner terhadap para generasi milenial, diharapkan dapat mengembangkan  sikap  inisiatif  dan  kemampuan  belajar  mandiri,  sehingga  peserta didik dapat memutuskan dan  mempertimbangkan  sendiri  kapan dan di mana penggunaan TIK secara  tepat  dan  optimal,  termasuk  implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. (*)

*Penulis adalah Dosen di Universitas Terbuka Purwokerto Pada Fakultas Pendidikan


 





Baca Juga