Kamis, 27/09/2018 22:17 WIB | Dibaca: 598 kali

Tanamkan Cinta Budaya, Siswa SPS An Nurumi Belajar di Candi Sari


Anak-anak siswa SPS An Nurumi Kalasan belajar di Candi Sari. Foto: Fefin

SLEMAN – Sebagai upaya mengenalkan situs bersejarah sejak usia dini,  siswa dari Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis (SPS) An Nurumi, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belajar di Cagar Budaya Candi Sari, Tirtomartani, Kalasan, belum lama ini.

Dengan didampingi para pendidiknya, anak-anak yang rata-rata berusia 2 hingga 4 tahun itu mengelilingi candi warisan peradaban Budha abad 8 Masehi, yang luasnya 17,30 x 10 meter tersebut.

Menurut Kepala Lembaga SPS An Nurumi, Purwadi, tujuan kegiatan pembelajaran di lingkungan Candi adalah untuk mengenalkan tempat bersejarah yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia,

“Ini adalah salah satu kegiatan yang merupakan bagian dari visi kami yaitu membina Anak Sehat, Cerdas, Ceria, Mandiri, Berakhlak Mulia, dan Berbudi Pekerti Luhur Sejak Usia Dini. Dengan tema pembelajaran lingkungan di luar kelas ini, diharapkan pada diri anak-anak tertanam rasa cinta budaya nasional dan turut melestarikannya,” katanya usai kegiatan, kemarin.

Purwadi mengungkapkan, SPS An Nurumi yang beralamat sekolah di Jalan Solo Km 15, tepatnya Dusun Bendan, Desa Tirtomartani didirikan sejak 11 Juni 2011. Hingga saat ini, kata dia, SPS An Nurumi yang diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid An Nurumi, dengan ketuanya Hari Supono, S.E.,MM, terus mengupayakan Pendidikan Anak  Usia Dini (PAUD) berkualitas,

“Hingga saat ini kami masih menggratiskan biaya pendidikan. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter generasi bangsa sejak usia dini, khususnya di Bendan dan sekitarnya. Namun demikian, kualitas pendidikan kami utamakan selain dengan fasilitas juga dengan tenaga pendidik professional,” tutur Purwadi.

Dijelaskan Purwadi selain dekat dengan candi-candi kuno seperti Candi Sari,  SPS An Nurumi  sendiri berada tepat di sebelah Masjid An Nurumi yang arsitekturnya mengadopsi bangunan khas Kota Moskow, Rusia atau yang dikenal dengan Kremlin. Masjid yang dibangun di atas tanah wakaf dari Hj. Ratna Juwita Umiyatsih Rejeki tersebut menurutnya juga termasuk masjid unik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),

“Arsitektur masjid yang berwarna-warni menarik anak-anak untuk belajar agama. Demikian juga Candi Sari yang berjarak hanya sekitar 500 meter dari sekolah. Dua ikon ini sangat mendukung terlaksananya misi SPS An Nurumi antara lain menanamkan nilai-nilai keagamaan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan membekali anak dalam berbudi pekerti luhur dan terpuji sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (rd)

Redaktur: Fefin Dwi S

 


 



Terpopuler


Baca Juga