200 Lulusan Sekolah Menengah Atas di DIY Terima Beasiswa 10 Perguruan Tinggi di China


Ilustrasi. Foto: Ist

YOGYAKARTA –  Beijing Education Institute for International Exchange (BEIIE) akan memberikan beasiswa kepada 200 lulusan Sekolah Tingkat Menengah Atas  (SMA/SMK/MAN) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para penerima beasiswa akan diterima oleh 10 Perguruan Tinggi di Republik Rakyat Cina (RRC) pada September 2019 mendatang. 

General Manager BEIIE Mr. Yu Da, Ph.D menyampaikan pihaknya sebagai pemberi beasiswa saat ini sedang melakukan penyaringan kepada para siswa berprestasi yang berminat mengikuti program beasiswa ini.

Yu Da menjelaskan, salah satu tujuan dari BEIIE memberikan program beasiswa ini karena ingin memajukan dunia pendidikan, sehingga RRC akan lebih dikenal oleh masyarakat dunia karena banyak yang mengunjungi. Selain itu dirinya juga tertarik pada beragam budaya yang ada di dunia khususnya di DIY,

“Saya mempelajari Jogja dan melakukan komunikasi dengan akademisi UGM untuk menggali wawasan, dan pelan-pelan berani menawarkan program. Kami berharap kerjasama pendidikan ini akan membuka peluang kerjasama yang lain,” ujar Yu Da usai menghadiri dan menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pertukaran mahasiswa antara Dewan Pendidikan DIY dengan BEIIE, Kamis (09/05/2019) di nDalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY.

Yu Da mengaku senang bisa bekerjasama dengan DIY karena menurutnya, kebudayaan yang ada di DIY sangat unik. Ia juga mengaku terkesan dengan pariwisata di DIY,

 “Pertama kali kesini, saya langsung jatuh cinta dengan Jogja. Saat ini kami ingin warga RRC tidak hanya mengenal Bali, tapi di Indonesia juga ada Yogyakarta yang memiliki keistimewaan dan paket lengkap untuk dikunjungi,” ujarnya dikutip dari keterangan pers Humas Pemda DIY, Kamis (09/06/2019).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh General Manager BEIIE Mr. Yu Da, Ph.D dan Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Danisworo, serta disaksikan oleh Sekda DIY, Ir. Gatot Saptadi, Kepala DPPM Drs. Arief Hidayat, serta perwakilan dari berbagai berbagai perguruan tinggi di DIY.

Ketua Dewan Pendidikan DIY , Prof. Danisworo, berharap agar MoU nantinya diikuti dengan join partnershipcomitee yang akan membahas lebih lanjut tentang bentuk kerjasama yang lain. Menurutnya kerjasama yang disepakati harus menguntungkan kedua belah pihak,

“DIY adalah kota pendidikan, pariwisata dan budaya. Kekayaan ini kita tawarkan kepada mereka. Dengan sepenuh hati kami membangun jembatan pendidikan ini bersama pihak-pihak terkait,” harapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Daerah DIY, Ir. Gatot Saptadi mengungkapkan, program dari BEIIE telah dimulai sejak tahun lalu. Sekitar 20 siswa MAN diberikan beasiswa penuh oleh BEIIE untuk belajar di RRC,

“Awalnya memang program hanya untuk lulusan MAN saja, namun tahun ini sudah dibuka untuk SMA, SMK dan MAN. Saya lihat suasana belajar dan kehidupan disana bagus, untuk muslim juga tidak ada diskriminasi,” katanya.

Gatot menjelaskan, para penerima beasiswa ini akan mengikuti matrikulasi atau program penyetaraan ilmu dan pengenalan kampus selama satu tahun, dan menempuh pendidikan S-1 selama tiga tahun. Dalam kurun waktu empat tahun, mereka harus memenuhi target yang telah diberikan oleh pihak BEIIE.  

“Kami pikir bahwa pendidikan dimanapun itu adalah sesuatu yang positif. Saya melihat ini adalah pola yang bagus dalam bentuk kemitraan karena kita mendapatkan manfaat dari beasiswanya, mendapat ilmu dan bisa belajar bersama banyak orang berbagai negara,” imbuh Gatot.

Gatot yakin bahwa MoU ini akan menjadi landasan kerjasama yang erat di masa depan khususnya di bidang pendidikan. Menurut Gatot, program ini merupakan salah satu upaya Pemda DIY untuk mempercepat pengingkatan kualitas keilmuan putra-putri DIY.

“Lulusan sekarang belum bisa langsung dapat pekerjaan. Dengan ini mereka bisa menambah kualitas ilmu, meningkatkan ekonomi, dan meningkatkan mutu pendidikan di DIY secara keseluruhan,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

Berita Terkait

 





Baca Juga