Orasi Kebangsaan di UJB, Danrem 072 Pamungkas: Ada Upaya Asing Memecah Belah Bangsa


Danrem 072/Pmk Brigjen TNI Muhammad Zamroni memberikan kuliah wawasan kebangsaan untuk mahasiswa baru UJB. Foto:ist

YOGYAKARTA - Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni memberikan kuliah wawasan kebangsaan dalam acara Pencerahan dan Orientasi Mahasiswa Kampus Kebangsaan  Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Janabadra (PERMAKK-KBM UJB ) di Auditoriam Kampus UJBJl. Tentara Rakyat Mataram No 55-57, Yogyakarta, Rabu, (04/09/2019)

Dalam orasinya Zamroni memberikan semangat kepada mahasiswa baru agar selalu optimis sebagai generasi muda penerus yang sedang ditempa di UJB sebagai kampus kebangsaan. Ia menekankan kepada 450 Mahasiswa baru yang mengikuti acara, agar jangan sekali-kali melupakan sejarah, jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

Menurutnya, perjuangan bangsa Indonesia awalnya dimulai dari daerah-daerah, sehingga mudah dipatahkan oleh penjajah Belanda, tetapi dengan persatuan dan kesatuanlah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dapat direbut,

“Sebelum kemerdekaan diumumkan Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil tetapi setelah diumumkannya kemerdekaan bangsa Indonesia seluruh kerajaan-kerajaan tersebut dengan sukarela  meleburkan diri berikrar menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Zamroni mengingatkan, lahirnya bangsa Indonesia dari bersatunya berbagai macam-macam perbedaan suku, Ras, dan agama serta kebudayaan, namun dengan perbedaan tersebutlah justru yang membuat kebersamaan dan keindahan Bangsa Indonesia,

“Untuk itu generasi muda sekarang harus terus dapat menjaga komitmen para pendiri bangsa kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pesan Zamroni.

Dikatakan Zamroni, saat ini sudah banyak yang mulai berusaha untuk mencabik-cabik kebersamaan, persatuan  dan kesatuan bangsa Indonesia. Apabila usaha untuk memecah belah persatuan dan kesatuan ini berhasil, kata dia, maka Negara kesatuan ini menjadi negara-negara kecil. Dengan demikian, akan mudah diatur oleh negara-negara besar,

“Negara-negara kecil hanya akan menjadi boneka-boneka saja. Ini semua dilakukan dengan banyaknya berita-berita hoax yang telah mempengaruhi pola pikir generasi muda bangsa Indonesia, dengan cara menghasut dengan isu-isu masalah Sara,” ujarnya.

Mengakhiri orasinya Zamroni mengharapkan kepada seluruh mahasiswa sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa agar bisa mencegah pengaruh-pengaruh dari luar yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa,

“Sebagai generasi penerus bangsa mahasiswa harus bisa menjadi sesuatu yang berguna dan mampu berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu membentengi diri dengan mengamalkan Pancsila, memahami sejarah bangsa dan selalu waspada terhadap kekuatan yang akan memecah belah bangsa Indonesia,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

 


 





Baca Juga