PK Bapas Mempunyai Peran Penting dalam Perawatan Kesehatan Tahanan dan WBP


Peran PK Bapas Dalam Perawatan Kesehatan Bagi Tahanan dan WBP.(Foto:Hennyra)

JAKARTA - Perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Balai Pemasyarakatan (Bapas), Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) dan Rumah Tahanan Negara(Rutan) dari 6 provinsi yaitu Lampung, Daerah Khusus Ibukota jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Selatan berkumpul dalam satu forum bimbingan teknis penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan(PK) dalam perawatan kesehatan bagi tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan(WBP) yang diadakan Direktorat Perawatan Kesehatan Rehabilitas bekerjasama dengan Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan Direktorat Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mulai tanggal 6 sampai dengan 8 November 2019 di Hotel Mercure Jalan Hayam Wuruk Jakarta,Rabu(06/11/2019).

Dalam Sambutan sekaligus membuka kegiatan  Bimbingan Teknis yang diikuti oleh Kepala Bapas dan PK Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi A.Yuspahruddin menyampaikan bahwa Penyakit TBC di Indonesia menempati urutan nomor 3 setelah cina dan india dari seluruh dunia, untuk itu Indonesia harus bekerja keras sedangkan  fungsi perawatan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) / Rumah Tahanan Negara(Rutan) selama ini masih belum bisa berperan maksimal.

"Padahal bisa dikatakan dalam Lapas dan Rutan terdapat 6% sedangkan diluar hanya 1 % bagaimana pihak kita bisa mengendalikan, belum untuk penyakit HIV AIDS, usaha screening WBP sebelum masuk baru diketahui bahwa mengidap TBC atau AIDS tetapi kondisi klinik masih terbatas, solusi harus dibuat dan segera harus dilaksanakan, bekerjasama dengan pihak kesehatan dan perijinan segera ditindak lanjuti,"Jelasnya.

"Mengapa kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bapas dan Perwakilan PK , dikarenakan kegiatan ini menjadi tugas tambahan pekerjaan PK , melalui penelitian kemasyarakatan(Litmas) informasi kondisi kesehatan WBP diperlukan untuk perawatan di dalam Lapas/Rutan ataupun kelanjutan setelah WBP bebas, harapannya PK Bapas turut berperan dalam perawatan WBP setelah WBP bebas nantinya," Tambahnya.

Salah satu peserta kegiatan Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta(Bapas Jogja) diwakili oleh Kepala Bapas Jogja Muhammad Ali Syeh Banna, Ketua Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Yogyakarta PK Muda Farid Edy Susanta, dan PK Muda Dian Marhaeni.

Ditemui seusai pembukaan Kepala Bapas Jogjakarta Ali Syeh Mengatakan bahwa bimbingan teknis ini memberi penguatan khususnya kepada Bapas untuk berperan dalam kelanjutan perawatan WBP.

"Kegiatan ini bagus sekali, sehingga bisa menyatukan persepsi antara Lapas/Rutan dengan Bapas untuk pembuatan litmas perawatan yang dibuat dan disusun oleh PK, disamping itu pula kegiatan ini menjadi ajang silahturahmi serta tukar menukar informasi antar UPT serta menambah ilmu pengetahun," tuturnya.

Ketua IPKEMINDO PK Muda Farid Edi Susanta ,menambahkan bahwa penguatan perawatan kesehatan dan rehabilitasi WBP ini menjadi Pekerjaan Rumah tambahan untuk PK, tetapi itu menjadi tugas penting yang tidak bisa diabaikan.

"Peran PK disini dituntut untuk lebih dan lebih profesional lagi, demi terciptanya suasana yang kondusif di lingkungan Lapas/Rutan maupun dimasyarakat nantinya ketika WBP telah bebas," pungkas nya.(Hen).

Redaktur : Waty

 


 



Terpopuler


Baca Juga