Calon Jamaah Haji dan Umroh Perlu Dibekali Bahasa Ammiyah Saudi Arabia


Dr. Zamzam Afandi saat menjadi pembicara dalam acara pelatihan Sertifikasi pembimbing haji di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Kamis (14/11/2019). Foto:ist

YOGYAKARTA – Masih banyak  jamaah haji dan umroh dari Indonesia yang belum menguasai bahasa arab.Padahal masyarakat di Makkah dan Madinah, termasuk petugas yang menangani jamaah haji dan umroh dari berbagai Negara, menggunakan bahasa arab dalam berkomunikasi,

“Orang Asing yang bepergian ke suatu Negara tentu, termasuk Arab Saudi, jika ingin leluasa berinteraksi dengan masyarakat atau lancar segala urusannya, dituntut untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang budaya dan bahasa masyarakat setempat,” kata Dr. Zamzam Afandi saat menjadi pembicara dalam acara pelatihan Sertifikasi pembimbing haji  oleh Kemenag yang digelar di Hotel  Melia Purosani Yogyakarta, Kamis (14/11/2019).  

Dosen Fakultas Adab dan Ilmu Buadaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengungkapkan, Bangsa Arab secara umum adalah salah satu bangsa yang sangat menyintai bahasa mereka. Kecuali mereka yang studi di Barat atau punya kepentingan tertentu, masyarakat Arab akan selalu menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi mereka,

“Mereka juga akan merasa terhormat dan menghormati jika orang asing yang mereka temui mampu berbahasa Arab seperti mereka meskipun sebatas pada kalimat-kalimat tertentu,” jelas Zamzam yang mengajar pada Prodi Bahasa dan Sastra Arab.

Zamzam menjelaskan ada  pepatah arab  yang mengatakan “Barangsiapa yang memahami bahasa suatu kaum (masyarakat) maka ia akan selamat dari tipu daya mereka”. Menurutnya hal itu berkorelasi dengan pentingnya calon jamaah haji Indonesia mengerti bahasa dan budaya Aarab.

Haji bagi orang asing,  termasuk dari Indonesia, pada dasarnya ialah sebuah bepergian ke suatu negara (Arab Saudi) untuk melakukan ritual atau ibadah tertentu sesuai ketentuan dalam agama Islam. Setiap suku bangsa memiliki bahasa dan budayanya sendiri, termasuk Bangsa Arab yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan haji,

“Jadi bagaimana agar ibdah haji bisa lancar, penting kiranya mengerti bahasa dan budaya arab,” tandasnya.

Menurutnya, Bahasa Arab terbagi dalam dua macam varian: Fus?a (standar, formal atau resmi) dan Ammiyah (non formal, bahasa sehari-hari). Bahasa Arab Fus?a tidak banyak terjadi perbedaan antara satu negara Arab dengan yang lain, sebaliknya bahasa ‘Amiyyah, masing-masing negara memiliki karakternya sendiri.

“Terkait dengan ibadah haji atau Umroh, tentu yang paling tepat bagi para calon jamaah mempelajari bahasa Ammiyah Saudi Arabia karena memang realitanya secara umum varian inilah yang dipraktekan sehari-hari di negeri tersebut,” pungkasnya. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

Berita Terkait

 





Baca Juga