SPS An Nurumi Turut Sukseskan Gerakan Nasional Cegah Stunting HIMPAUDI


Peserta didik SPS An Nurumi Makan Ikan bersama sukseskan gerakan nasional Cegah Stunting HIMPAUDI. Foto: Faisal

SLEMAN –  Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) menggelar Gerakan Edukasi “Makan Ikan Cegah Stunting di PAUD” serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Sleman, gerakan tersebut dilaksanakan oleh Satuan PAUD Sejenis (SPS) An Nurumi, yang beralamat di Candisari Dusun Bendan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kamis (21/11/2019).

Kepala Lembaga SPS An Nurumi, Purwadi mengungkapkan, kegiatan yang di ikuti oleh sekira 25 peserta didik dan wali murid di SPS An Nurumi tersebut, sekaligus memperingati Hari Ikan Nasional. Menurutnya, kegiatan bertujuan mengedukasi pentingnya mengkonsumsi ikan sebagai upaya pencegahan stunting pada anak sejak usia dini,

“Karena stunting ini masih menjadi permasalahan kesehatan anak di Indonesia. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang di sebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi pada anak-anak usia balita. Oleh karenanya gerakan edukasi ini sebagai bentuk tindakan preventif cegah stunting yang dapat dilakukan di lembaga PAUD yangmana berhadapan langsung dengan anak-anak usia dini dan masyarakat,” ujarnya disela-sela kegiatan.

Kegiatan diawali dengan senam bersama – sama dengan gerak dan lagu gemar makan ikan, dilanjutkan dengan mendengarkan cerita tentang “ikan”. Anak -anak tampak antusias melihat proses menggambar dan mendengarkan cerita dari gambar bersambung yang dibuat langsung oleh guru. Dalam karya tersebut ada pesan moral tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan supaya tidak merusak habitat dan ekosistem ikan, serta pentingnya makan ikan yang sehat untuk kebaikan kesehatan. Acara di akhiri dengan makan menu ikan dan kerjabakti bersama – sama.

“Kegiatan ini sangat bagus, selain mengedukasi para wali murid tentang stunting, juga membuat anak yang biasanya di rumah enggan makan ikan jadi mau mencoba makan ikan, selain itu menjadi kegiatan yang semakin mendekatkan anak pada orangtuanya dan kekompakan antara anak guru dan wali murid” imbuh Purwadi.

Sementara itu Fefin Dwi Setyawati, pendidik di SPS An Nurumi mengatakan, berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), angka stunting di DIY pada tahun 2018 yang lalu mencapai, 19,8 persen. Meskipun angka persentasenya di bawah yang ditetapkan WHO, yakni 20 persen, namun jumlah anak penyandang stunting di DIY cukup mengkhawatirkan,

“Karena itu diperlukan berbagai tindakan, baik untuk mengantisipasi maupun menangani anak-anak stunting. Salah satunya mengedukasi anak-anak sejak usia dini,” ujar Fefin.

Menurutnya untuk menjelaskan apa itu stunting kepada anak usia dini, membutuhkan cara dan media yang tepat, karena stunting bukan istilah yang familiar bagi anak-anak PAUD. Ia membuat cerita gambar bersambung untuk menjelaskan apa itu stunting dan bagaimana mencegahnya, yang diantaranya adalah dengan gemar makan ikan,

“Dengan media cerita bergambar yang disukai anak-anak, harapannya pesan dari gerakan edukasi ini juga dapat tersampaikan dengan baik,” pungkasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

Berita Terkait

 





Baca Juga