Organisasi PKK Mitra Strategis Bawaslu Untuk Pengawasan Pibub Sleman 2020


Audiensi Anggota Bawaslu Sleman dengan Pembina PKK Kabupaten Sleman. Foto:ist

SLEMAN - Sosialisasi pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman 2020 oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dilakukan di semua lini, tak terkecuali organisasi perempuan seperti PKK. Ketua Bawaslu Sleman, Karim Mustofa,  beserta 2 anggota, Vici Herawati dan Arjuna al Ichsan Siregar melakukan kunjungan audiensi dengan Pembina PKK Kabupaten Sleman, Kustini yang juga istri dari Bupati Sleman, Drs.H. Sri Purnomo, Rabu (04/03/2020).

Karim menjelaskan, tujuan audiensi yaitu agar pesan pemilihan bisa berjalan kondusif, mengantipasi politik uang, politisasi sara, dan ujaran kebencian,

"Niat kami sowan Ibu Sri (Kustini) adalah silaturrahmi dan menyampaikan rencana Bawaslu Sleman menjalin kerja sama dengan PKK Sleman, karena selain sebagai mitra strategis juga PKK merupakan organisasi perempuan tentu punya kader militan yang juga bisa berperan dalam proses pendidikan politik khususnya menjelang Pilkada 2020," kata Karim dalam pers rilis yang diterima redaksi, Kamis (05/03/2020).

"PKK punya daya pikat untuk ikut mensosialisasikan pengawasan Pilkada 2020 di depan kader-kadernya, oleh sebab itu, kami membutuhkan seorang figur untuk memimpin dan menyampaikan pesan2 positif ke kader kecamatan dan kader desa bahkan sampai kelompok dasawisma," imbuh Karim.

Vici Herawati, menambahkan, Bawaslu memiliki program Perempuan mengawasi yang intinya perempuan diajak menjadi subyek pelaku dan penebar virus positif, sosialisasi kepada perempuan lain untuk menyukseskan Pilkada 2020 tanpa politik uang dan ujaran kebencian,

"PKK sebagai lembaga dengan kader yang tersebar sampai ke unit terkecil di masyarakat memiliki peran strategis sebagai roda penggerak sehingga kami berharap kader-kader PKK ini bisa bergabung menjadi pengawas partisipatif," imbuh Vici.

Dalam audiensi, Kustini mengatakan menyambut baik niat Bawaslu Sleman untuk mengedukasi masyarakat khususnya perempuan, lebih khusus lagi mereka yang tergabung dalam PKK atau dasawisma,

"Monggo bila Bawaslu punya program berbiaya, saya sebagai pembina PKK, siap memfasilitasi, tapi ya itu cukup tinggi biayanya karena harus mengumpukkan banyak kader. Namun bila tidak ada biaya, maka Bawaslu silahkan koordinasi dengan Kecamatan atau Desa, melalui Bu Camat dan Bu Kades karena itu langsung berhubungan dengan kader," katanya.

Ia juga menyatakan akan menyampaikan pesan dan imbauan Bawaslu kepada jajaran PKK tingkat kecamatan dan desa di wilayah Sleman,

"Insyaallah saya nanti sampaikan ke Bu Camat dan biar diteruskan juga ke bu Kades, kalau Bawaslu atau Panwascam akan berkoordinasi dan sosialisasi terkait Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman. Nanti biar dikondisikan kesiapan waktu dan tempatnya bilamana ada pertemuan kader di bawah,"tuturnya. (kt1)

Redaktur: Faisal


 





Baca Juga