Empon Empon Laris, Ketakutan Berlebihan Terhadap Corona Jangan Sampai Matikan Pasar Tradisional


Sekretaris APPSI Kabupaten Sleman, Sigit Milu Wibawa. Foto: Fafa

SLEMAN – Sikap pemerintah dalam melakukan antisipasi terhadap covid19 atau virus Corona membuat kalangan pedagang pasar tradisional resah. Pasalnya, sejak munculnya isu Corona, kunjungan masyarakat ke pasar tradisional justru semakin meningkat. Masyarakat banyak yang membeli empon-empon atau rempah-rempah.

Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Sleman, Sigit Milu Wibawa mengatakan, Corona memang perlu diwaspadai. Namun ia berharap kebijakan mengantisipasi Corona dari pemerintah tidak berdampak mematikan perekonomian masyarakat kecil yang bergantung hidup dengan berdagang di Pasar Tradisional,

“Sekarang kita disuruh di rumah saja misalnya. Berminggu-minggu. Lalu kita kerja apa? Makan apa? Kalau tidak makan apa ya tidak mati? Sekarang justru pasar tradisional lagi ramai karena virus Corona. Banyak yang beli empon-empon jahe, kunir, temu lawak dan lainnya, juga sayuran serta buah-buahan. Barang barang lokal pertanian jadi laku,” katanya di temui di tempat usahanya Angkringan Tengah Sawah, Bokoharjo, Prambanan, Sabtu (14/03/2020).

Sigit menilai saat merebaknya kabar Corona, jusru bisa menjadi momentum yang bagus untuk semakin mempromosikan kunjungan ke pasar tradisional. Terlebih, kata dia, jika Dinas Perdagangan (Disperindag) bisa  mengemas dalam suatu event yang menarik dengan melibatkan paguyuban pedagang pasar, sekaligus sosialisasi Corona,

“Sekarang pasar tradisional juga bersih, di bagian sayur-mayur juga bersih. Contohnya seperti di Pasar Prambanan. Itu beda dengan pasar modern, seperti Mall dan sejenisnya dimana sayur ditempatkan di cooler (mesin pendingin), juga ruangannya ber AC, sehingga kurang sehat dan mungkin rawan penyebaran Corona. Kalau di Pasar Tradisional saya kira masih aman,” ujarnya.

Ia berharap di tengah diberlakukannya aturan dilarang mengadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak, anak-anak sekolah juga diliburkan, rencana Disperindag Sleman untuk menyelenggarakan undian berhadiah pada April sampai Juni mendatang, tidak dibatalkan. Menurutnya, agenda rutin tahunan yang pada 2020 ini ke empat kalinya dilaksanakan, juga lebih dikemas menarik dengan event yang melibatkan paguyuban pasar tradisional.

APPSI Kabupaten Sleman, khususnya Paguyuban Pasar  Prambanan, kata Sigit,  siap bekerjasama dengan dinas -dinas terkait, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan untuk menggelar event yang menarik untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke Pasar Tradisional sekaligus sosialisasi Corona,

“Kami siap bekerjasama meningkatkan kunjungan pasar tradisional dengan event-event menarik. Di situ juga kita bisa sosialisasi Corona dengan cara yang lebih baik, tanpa membuat resah atau menakut-nakuti. Khawatirnya kalau terus membuat statemen yang meresahkan masyarakat, pasar tradisional yang mulai diburu masyarakat untuk beli enpon-empon, malah nanti jadi sepi lagi, ini harusnya jadi peluang untuk meningkatkan kunjungan pasar tradisional,” tandasnya.

Sigit juga menilai, momentum dimana empon-empon diburu masyarakat seiring mencuatnya isu Corona, sebenarnya bisa juga dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi kerakyatan, sebagaimana imbauan Presiden Joko Widodo agar petani mengembangkan tanaman rempah rempah,

“Makanan alami buah sayur empon empon (rempah-rempah) kebanyakan dijual di pasar tradisional, jarang dijual di pasar modern. Ini menjadi peluang untuk pertanian. Soal empon-empon ini juga menarik kenapa laris saat Corona muncul. Harus ada penelitian siapa tahu memang benar bahwa empon-empon bisa cegah Corona,” pungkasnya. (rd1)

Redaktur: Ja’faruddin AS

 


 





Baca Juga