Uji Coba Beroperasi, Tempat Wisata dan Hotel Diminta Terapkan Rekayasa Aliran Udara


dr. Siswanto, Sp.P. saat menjadi pembicara dalam Webinar Sinergi Menumbuhkan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi. Foto: tangkap layar

YOGYAKARTA - Dokter spesialis paru Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Siswanto, Sp.P., mengungkapkan aliran udara yang baik dapat menekan penyebaran covid 19, selain Gerakan 4 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

Menurut Siswanto, orang yang bicara 1 menit mengeluarkan 200 virus,

“Jadi kalau 10 menit maka 1000 virus. Kalau menghirup 1000 virus, orang bisa sakit dan tertular. Kalau kemenkes di angka 15 menit. Ventilasi itu penting, tapi bukan hanya ventilasi buka jendela saja. Tapi kalau bisa direkayasa aliran udaranya, agar bisa berganti ach-nya 6 kali itu relatif aman, bisa meminimalisir,” tuturnya dalam Webinar bertajuk Sinergi Menumbuhkan Sektor Pariwisata Pasca Pandemi yang diselenggarakan Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis DIY bekerjasama dengan asuransi AXA Mandiri, Selasa (17/11/2020).

Siswanto menekankan, di Yogyakarta, dimana saat ini sudah mulai uji coba destinasi wisata, hal tersebut perlu disosialisasikan. Hotel dan tempat-tempat  wisata menurutnya wajib menerapkan merekayasa aliran udara agar virusnya tidak sampai berkumpul, bisa disedot dan dibuang ke luar,

“Ketika di luar di suhu panas itu, virus akan lebih cepat mati. Karena virus Corona ini kan virus RNA bisa mati tergantung suhunya berapa dan berapa jam di situ,” ujarnya.

Penerapan rekayasa aliran udara menjadi penting mengingat kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta kebanyakan tidak dengan gejala. Meski demikian, jika wisatawan berkunjung ke tempat wisata yang tidak menerapkan rekayasa aliran udara, dan di tempat tersebut mengandung virus, maka menjadi rentan tertular,

“Kalau mengandung virus bisa menularkan wisatawan yang tadinya tanpa gejala. Kalau yang dengan gejala kan biasanya milih di rumah,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar masyarakat khususnya wisatawan juga mengetahui jenis masker yang efektif mencegah Covid-19. Siswanto mengungkapkan, masker yang efektif untuk mencegah Covid-19 adalah masker kain dengan minimal dua lapis,

“Lebih bagus lagi kalau itu paduan hybrid, misalnya kain katun ditambah kain flannel, karena kain masker paduan hybrid itu tidak hanya menghalangi dari sisi mekanik, tapi juga karena ada efek elektro statis. Nah itu ternyata bisa menghalangi virus itu terhirup oleh nafas kita. Kalau masker bedah itu tiga lapis, atau masker N 95 itu bagus lagi, tapi minimal dua lapis itu,” terang Siswanto.

Selain itu kebiasaan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, jaga jarak minimal 6 ft (kurang lebih 2 meter). Dalam konteks pengembangan wisata di masa pandemi, dimana Dispar DIY tetap mengimbau wisatawan untuk menjauhi kerumunan, Siswanto memberikan apresiasi,

“Jadi konsep pranatan anyar plesiran jogja, saya kira sangat bagus sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama selaku pemateri, Kabid pemasaran Dispar DIY Marlina Handayani mengungkapkan, di masa New Normal ini Dispar DIY telah memberikan ijin uji coba terhadap 93 destinasi wisata. Dalam pemberian uji coba tersebut, Dispar DIY mensyaratkan agar industry wisata menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yaitu Gerakan 4 M,

“Jadi terimakasih sekali atas informasi dari Dokter Siswanto. Terkait rekayasa aliran udara di hotel dan tempat wisata Ini menjadi masukan penting dan akan segera kami sampaikan kepada para pelaku industri pariwisata,” tutur Marlina.

Sementara itu, pemateri lainnya, Head of Corporate Communication & Event Management AXA Mandiri, Luile Retno Sawitri juga menyatakan siap mendorong pengembangan industry wisata DIY di masa pandemi. Menurutnya, AXA mandiri mempunyai program kontribusi untuk negeri yang menyentuh berbagai sektor, tak terkecuali untuk masyarakat DIY yang banyak mendapat manfaat dari sektor pariwisata,

“lebih dari 1.5 miliar donasi dari AXA Mandiri untuk kemanusiaan, termasuk partisipasi pada program Mandirian Cinta Indonesia” tutupnya. (rd1)

Redaktur: Ja’faruddin. AS


 





Baca Juga