Gunungkidul Jadi Lokasi Sosialisasi Imunisasi Heksavalen: Satu Suntikan untuk Enam Perlindungan Anak

Program ini melindungi anak dari enam penyakit berbahaya sekaligus hanya dengan satu suntikan, sebagai bagian dari langkah menuju generasi sehat Indonesia Emas 2045.

Gunungkidul – Upaya pemerintah dalam memperluas cakupan layanan kesehatan anak kembali bergulir. Selasa (11/11/2025) pagi, Kementerian Kesehatan RI menggelar Sosialisasi Imunisasi Heksavalen di Rest Area Swanayasa, Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Kerja Imunisasi Heksavalen Kementerian Kesehatan RI, dr. Gertrudis Tandy, MKM, yang menekankan pentingnya imunisasi sebagai bentuk pemenuhan hak anak untuk hidup sehat.

“Setiap anak memiliki hak untuk hidup sehat, dan salah satu bentuk pemenuhan hak tersebut adalah melalui pemberian imunisasi,” ujar dr. Gertrudis.

“Program imunisasi yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas cakupan layanan kesehatan anak. Saat ini baru berjalan di tiga provinsi — Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan NTB sebelum diperluas ke seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci sukses program ini. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menyediakan vaksin yang aman, bermutu, dan mudah diakses, sementara orang tua diharapkan aktif membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi lengkap.

Dukungan Pemerintah Daerah

Dukungan serupa disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawati, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menyebut imunisasi sebagai langkah nyata untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

“Salah satu keunggulan program imunisasi terbaru ini adalah mengurangi jumlah suntikan, sehingga anak-anak lebih nyaman menerima vaksin,” ungkapnya.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan imunisasi ini. Namun, kegiatan seperti ini tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan warga,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan seputar vaksin. Menurutnya, jika masih ragu, masyarakat bisa langsung berkonsultasi dengan petugas kesehatan di lapangan.

“Mari kita laksanakan imunisasi ini dengan penuh semangat, karena masa depan Gunungkidul dan Indonesia berada di tangan anak-anak kita,” ujar dr. Dewi.

Manfaat dan Jadwal Vaksinasi

Sementara itu, perwakilan Puskesmas Girisubo, Sugondo, menjelaskan secara rinci mengenai manfaat dan jadwal pemberian vaksin Heksavalen. Vaksin ini melindungi anak dari enam penyakit menular berbahaya, yaitu difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, polio, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

“Keunggulan vaksin ini tidak hanya karena mampu memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus, tetapi juga karena lebih praktis yaitu cukup satu suntikan untuk enam perlindungan,” jelas Sugondo.

Vaksin diberikan mulai usia dua bulan, dilanjutkan pada usia tiga bulan, empat bulan, dan dosis penguat (booster) di usia delapan belas bulan. Cara pemberiannya melalui suntikan ke otot paha bagian depan oleh tenaga kesehatan di puskesmas atau rumah sakit.

Meski demikian, Sugondo menegaskan bahwa efek samping yang mungkin muncul biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti demam ringan, nyeri di tempat suntikan, atau bayi menjadi agak rewel.

Program imunisasi Heksavalen menjadi bagian dari strategi nasional dalam membentuk generasi sehat dan tangguh. Dengan cakupan imunisasi yang luas, pemerintah berharap dapat menekan angka penyakit menular dan mendorong terwujudnya generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

3 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com