PRA Sidoarum Gelar Pengajian dan Pelatihan Pengelolaan Sampah

PRA Sidoarum mengajak warga kelola sampah bernilai ekonomi melalui pengajian dan pelatihan berbasis keimanan. Foto: Ist
PRA Sidoarum mengajak warga kelola sampah bernilai ekonomi melalui pengajian dan pelatihan berbasis keimanan. Foto: Ist

SLEMAN – Pimpinan Ranting Aisyiyah atau PRA Sidoarum, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar pengajian dan pelatihan pengelolaan sampah pada 23 November 2025. Kegiatan ini bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari tingkat rumah tangga.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota PRA Sidoarum, serta ibu dukuh dan ibu RT se-Desa Sidoarum, mengikuti kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Furqon, Sidoarum. Para peserta diharapkan menjadi penggerak pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Ketua PRA Sidoarum Ana Rusmiyati Triwima, S.Ag., mengatakan persoalan sampah membutuhkan peran aktif masyarakat. Menurut dia, organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan lingkungan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat perlu terlibat langsung, dimulai dari rumah tangga,” kata Ana Rusmiyati.

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Surahma Asti Mulasari dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof. Dr. Mochlasin dari UIN Salatiga, dan Prof. Dr. Rika Astari, Ketua Bidang Tabligh dan Tarjih Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY.

Prof. Surahma Asti Mulasari menilai pengelolaan sampah berbasis rumah tangga menjadi kunci untuk menekan volume sampah. Ia menyoroti dampak buruk praktik pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan.

“Pembakaran dan pembuangan sampah sembarangan berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui pemilahan dan penerapan konsep 3R, volume sampah bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Rika Astari menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah. Ia menyebut perubahan perilaku harus dimulai dari rumah.

“Rumah tangga adalah fondasi. Perilaku mengurangi sampah perlu dibiasakan dan diwariskan kepada anak-anak,” kata Rika.

Dari sisi keagamaan, Prof. Mochlasin menyampaikan bahwa pengelolaan sampah memiliki dasar nilai keimanan dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.

“Menjaga kebersihan dan lingkungan adalah bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi,” ujarnya.

PRA Aisyiyah Sidoarum berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan serta mendorong peran aktif perempuan dalam menjaga lingkungan. (pr/kt1)

Redaktur: Faisal

57 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by rasalogi.com