Warga ini Ingin Jadikan Abu Vulkanik sebagai Pupuk

YOGYAKARTA – Debu vulkanik Kelud yang turun di wilayah Yogyakarta sejak Jum’at (14/02) pukul 03.00 WIB yang mengakibatkan sejumlah wilayah di DIY termasuk Yogyakarta ditutupi abu dengan ketebalan mencapai 4-5 centimeter. Material debu yang menyelimuti atap dan halaman rumah warga kini tengah dibersihkan mengingat material debu vulkanik ini sangat berdampak terhadap kesehatan.

Seperti yang dilakukan warga Krapyak Wetan Rt.05 Panggungharjo jum’at sore mereka membersihkan rumahnya dari abu vulkanik Kelud.

Warga Krapyak Wetan, Tri Putranti Tejowati mengatakan, dibersihkannya abu dari halaman rumah maupun yang berada di atap untuk mengantisipasi penyakit yang di akibatkan debu vulkanik.

“Ini untuk menjaga kebersihan karena sangat mengganggu pernapasan selain itu juga kalau tidak dibersihkan abu akan mengeras di halaman rumah,” ujarnya Jum’at (14/02).

Lebih lanjut ia menambahkan debu-debu vulkanik dari Gunung Kelud yang dibersihkannya juga akan dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai pupuk pepohonan.

“Ini mau saya dijadikan pupuk pohon, karena biasanya abu vulkanik itu bagus untuk dijadikan pupuk.” jelasnya.

Dari hasil membersihkan debu itu Tri mengaku sudah mendapatkan sebanyak hampir 20 Kg material abu vulkanik yang berada di halaman maupun atap rumahnya dan itu semua akan di jadikan pupuk untuk pepohonan yang berada di halaman rumah.

Di mana Warga membersihkan debu vulkanik letusan gunung Kelud Jawa timur tersebut dengan menggunakan alat sedanya.

Warga berharap hujan debu vulkanik tak kembali turun di Yogyakarta, bahkan warga sekitar juga mengaku kejadian ini merupakan kejadian yang paling dahsyat dibanding abu vulkanik yang dibawa Gunung merapi pada 2010 silam.

Dari pantauan jogjakartanews.com jalan-jalan di seputaran kota Yogyakarta hingga Jum’at sore hari masih tertutup abu vulkanik bahkan jarak pandang masih terpantau 1-2 meter. (war)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.