Edutek  

Aplikasi ini Bisa Mendeteksi Keberadaan Korban Bencana yang Belum Mendapat Bantuan

SLEMAN – Pada saat terjadinya bencana, seseorang tidak mudah untuk langsung segara mendapatkan info perihal kondisidaerah mana saja yang terdampak akibat terjadinya suatu bencana. Dengan menggunakan aplikasi Wide-View Disaster Information and Prediction System ini akan, setidaknya mengetahui daerah mana yang terkena dampak bencana yang terjadi. Aplikasi ini berbasis dengan Global Positioning System (GPS).

Dosen Osaka University, Stefano Tsukamoto menjelaskan, aplikasi tersebut akan dapat membantu mempermudah pemakai untuk mengirimkan bantuan. Pasalnya, pengiriman informasi akan disertai lokasi di mana saja tempat kejadiannya.

“Perbedaan aplikasi ini dengan yang lain, dalam memberikan informasi tak hanya homogen. Selain itu, sistem ini akan menanggulangi dalam 2-3 bulan ke depan apabila masih terdapat korban yang belum mendapatkan bantuan,” kata Tsukamoto, Selasa (04/3) di FISIPOL UGM.
Kelebihan aplikasi ini, kata Tsukamoto, akan memberikan kode pada warna pada petanya.

Warna merah menandakan daerah orang-orang yang belum mendapatkan bantuan, warna kuning menandakan orang-orang yang mendapat bantuan, dan warna biru menandakan semua orang sudah mendapatkan bantuan.

Sedangkan Ketua PMI Yogyakarta Herry Zudianto mengungkapkan, aplikasi tersebut masih terdapat kelemahan. Ia menyarankan, sifat pelaporan yang bersifat individual harus bisa lebih dipertanggungjawabkan. Pasalnya, belum tentu masyarakat di sekitar lingkungannya juga sudah mendapatkan bantuan. “Akan lebih baik kalau aplikasi ini lebih bersifat lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Managing Director Institute of International Studies, Maharani Hapsari mengatakan, aplikasi tersebut akan terus dikembangkan. Uji coba pertama akan dilakukan di lingkup sivitas akademik FSISIPOL UGM dan beberapa daerah di Kabupaten Sleman.

“Empat tahun ke depan kami akan mengembangkan pertama di Yogyakarta, kemudian baru ke Indonesia. Jika mendapat respons rendah kita akan memikirkan cara lain. Apakah akan melanjutkan, itu akan dilihat dari perkembangannya nanti,” katanya. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *