Edutek  

Jika Sunmor Ditutup, UGM Kehilangan Ciri Khas Kerakyatan

YOGYAKARTA – Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta berencana menutup pasar sunday morning (Sunmor). Rencana tersebut mendapat reaksi keras dari para pedagang. Selain dapat mematikan rejeki mereka, penutupan dapat menghilangkan ciri khas UGM sendiri yang menasbihkan diri sebagai kampus kerakyatan,

“Ini kan kampus kerakyatan, seharusnya jangan begitu dong, jangan menyingkirkan rakyat kecil,” ujar salah satu pedagang Sunmor, Untoro (38), Minggu (23/3/2014) siang.

Dikatakan Untoro, banyak pengunjungnya yang mengatakan, kalau sampai di Yogyakarta tidak mampir Pasar Malioboro dan Sanmor UGM tidak afdol.

“Itukan sangat disayangkan, Mas, ini juga salah satu daya tarik wisatawan lho” ujarnya pedagang yang sudah 15 tahun berjualan di Sunmor ini.

Hal senada disampaikan pedagang Sunmor lain, Firdaus (31). Pedagang pakaian asal Padang ini mengungkapkan, UGM merupakan kampus kerakyatan. Sudah selayaknya jika para elit kampus juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat yang sudah lama berjalan.

Bahkan Firdaus menilai pimpinan UGM kurang berpihak pada masyarakat, jika benar-benar menutup Sunmor.

“Mestinya, Sebagai pimpinan kampus harus mau membela atas dasar kepentingan masyarakat,” pungkas Firdaus. (kim)

Redaktur: Rudi F

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.