Miris, Kasus KDRT di Yogyakarta Terus Meningkat

YOGYAKARTA – Kasus kekerasan terhadap perempuan di Yogyakarta dari tahun ke tahun terus meningkat. Termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Berdasarkan data yang dihimpun Rifka Annisa, lembaga yang konsen terhadap advokasi kekerasan pada perempuan mencatat, dalam tiga tahun terakhir selalu meningkat.

Pada 2011, 2012, dan 2013 masing-masing ada 219, 228, dan 253. Dalam tiga bulan awal 2014 ini, sudah 30 lebih kasus yang terjadi. Terdapat beberapa faktor perihal penyebab terjadinya kekerasan tersebut, namun yang lebih tinggi karena faktor ekonomi dan perselingkuhan.

Konselor Psikologi Rifka Annisa, Arfianata mengungkapkan, bentuk dari kekerasan yang banyak dilakukan berupa fisik dan psikis. Kekerasan fisik berupa pertengkaran. Jika sudah pertengkaran biasanya berujung pemukulan.

“Namun, bisa pula si perempuan merasa dirinya kurang percaya diri,” ujarnya kepada jogjakartanews.com.

Seliam itu bentuk kekerasan lainnya yaitu kekerasn secara psikis berupa caci maki, intimidasi hingga dijauhkan dengan anak. Melihat kenyataan tersebut, pihak korban mesti harus terbuka dengan siapapun demi ditegakkan keadilan.

“Hal ini terkait harga diri perempuan. Dan kam selalu mengatakan ‘Stop kekerasan terhadap perempuan’,” ungkapnya. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.