GKR Pembayun : Budaya dan Agama Jangan Dicampur Aduk

GUNUNGKIDUL – Menjadi masyarakat Yogyakarta tidak boleh meninggalkan akar kebudayaan. Supaya tidak terjadi salah pemahaman, budaya dan agama jangan dicampur aduk.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun mengungkapkan, Yogyakarta merupakan provinsi yang melahirkan negara Indonesia. Karena tanpa Yogyakarta tidak akan ada Indonesia.
“Melestarikan budaya merupakan tanggungjawab generasi muda. Meski Jogja tapi gaungnya sudah mendunia,” ungkapnya kemarin usai melantik 30 anggota Forum Keistimewaan untuk Kesejahteraan (FKK) di Desa Jelok, Patuk.

Pembayun menambahkan, masyarakat juga jangan mencampur adukan budaya dengan agama, diantaranya merti desa, rasulan dan lainnya. Sebab, budaya merupakan hubungan kita dengan sesama atau masyarakat.

“Sementara kalau agama sifatnya pribadi antara kita dengan Tuhan,” ungkapnya. (dit)

Redaktur: Azwar Anas

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.