Aksi Mimbar Bebas Mengecam Rezim SBY Gagal Tuntaskan Kasus Kekerasan

YOGYAKARTA – Jelang berakhirnya pemerintahan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbagai kalangan menilai bahwa rezim SBY gagal dalam menuntaskan berbagai kasus kekerasan di berbagai daerah tak terkecuali kasus-kasus kekerasan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dianggap gagal dalam penuntasannya.

Terkait dengan hal tersebut berbagai aktivis LSM, mahasiswa dan elemen masyarakat di Yogyakarta yang tergabung dalam Masyarakat Antikekerasan Yogyakarta (MAKARYO) pada Jumat (4/4/2014) siang nanti atau setelah jumatan akan menggelar aksi mimbar bebas di depan gedung Agung Yogyakarta.

Dalam pesan singkat yang diterima jogjakartanews.com bahwa habis jumatan nanti akan ada aksi mimbar bebas antikekerasan. “Rezim SBY Gagal dalam Penuntasan Kasus-kasus Kekerasan yang Terjadi di DIY,” kata Tri Wahyu KH pegiat di MAKARYO yang juga sebagai Direktur Indonesian Court Monitoring (ICM) melalui pesan singkatnya.

Lebih lanjut Wahyu menerangkan bahwa Polri utamanya Polda DIY dinilai buruk dalam penanganan kasus-kasus kekerasan di DIY. “Sejak kasus Udin tahun 1996 hingga kasus pembubaran diskusi di Godean tahun 2013 Polda DIY telah gagal menyeret pelaku dan aktor intelektual guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandasnya.

Menurutnya kasus lama tidak tuntas bisa menjadi embrio munculnya kekerasan baru. “Kasus Rezza di Gunung Kidul dan kasus tabrakan terhadap aktivis antikorupsi di Bantul oleh politisi partai Demokrat, Putut Wiryawan yang juga ketua fraksi Demokrat di DPRD DIY hingga sekarang pun juga tidak tuntas,” ujarnya. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.