Sudah 3 Bulan ini, Pedagang Sunmor Buka Paksa Portal untuk Bisa Jualan

SLEMAN – Setiap Minggu pagi para pedagang Sunday Morning (Sunmor) harus memaksa membuka portal yang menutup Jalan Olahraga dan Jalan Notonagoro. Tindakan itu diambil senjak awal Februari atau tak berselang lama pada saat pedagang Sunmor berniat akan direlokasi pihak UGM.

Bahkan, pada waktu portal dikunci dengan rantai besar, pedagang berusaha membuka dengan mendorong dan memukulnya hingga putus. “Itu pada dua kali minggu yang lalu pas portal dikunci dengan rantai besar,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Sunmor, Desi Triyanto, Minggu (12/4/2014).

Desi menilai, pihaknya bersama pedagang Sunmor sedang menghadapi sengketa. Pasalnya, tempat yang digunakan berjualan merupakan daerah kampus UGM.

Perkembangan terakhir, lanjut Desi, Selasa lalu, Polda DIY melayangkan surat undangan untuk perwakilan pedagang Sunmor. Undangan pertemua tersebut hanya bersifat klarifikasi. “Polda baru mendalami Sejarahnya Apakah pedagang ada retribusi atau nggak,” kata Desi.

Dalam rentang empat tahun terakhir, para pedagang Sunmor selalu memberikan setoran kepada pihak UGM. “Setoran setiap akhir September,” ungkapnya.

Desi menambahkan, pihaknya bersama para pedagang akan menerima kebijakan UGM jika ada dialog dengan alasan yang jelas. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *