Trans Jogja sering Molor, Penumpang Bosan

SLEMAN – Negara berkewajiban melayani rakyatnya. Seperti halnya untuk transportasi umum. Hanya saja, terkadang, angkutan umum yang diharapkan menjadi solusi kemacetan justru menjadi sumber kemacetanan, tak terkecuali di Yogyakarta. Kesadaran masyarakat yang rendah dan lebih memilih kendaraan pribadi dituding menjadi salah satu penyebabnya.

“Superioritas kendaraan pribadi lebih terlihat. Sementara, angkutan umum hanya dianggap sebagai pelengkap,” kata Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Lilik Wachid Budi Susilo dalam Focus Discusion di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Rabu (7/5/14). Selain itu, menurutnya, ukuran Trans Jogja yang lebar juga menjadi pendorong padatnya jalan raya pula.

Menanggapai hal tersebut, Agus Minang Satyo Nugroho, dari Unit Pelaksana Transportasi Daerah (UPTD) Trans Jogja Dishubkominfo DIY justru mengeluhkan, kemacetan yang terjadi juga berdampak pada perjalanan Trans Jogja. Lama tunggu yang biasanya 15 menit bisa lebih lama hingga setengah jam lebih.

“Bahkan pernah mencapai satu jam. Penumpang bisa menjadi bosan,” kata Agus Minang. Ia mengeluh, bahwa Trans Jogja yang digadang menjadi alternatif transportasi justru terkadang menjadi sumber kemacetan.

“Apalagi bantuan bus sebanyak 20 buah tidak bisa jalan karena DPRD tidak menyetujuainy,” keluh Agus. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.