Transportasi Umum Gratis, Mungkinkah?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

SLEMAN – Kualitas angkutan umum menjadi salah satu wajah kota. Pelayanan terhadap para pengguna menjadi salah satu indikator penilaian tersebut. Hanya saja, permintaan pelayanan yang bagus belum diimbangi dengan kesadaran berbagai lapisan masyarakat untuk memakai kendaraan umum.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Lilik Wachid Budi Susilo menilai, peran pemerintah di situ sangat diperlukan. Terlebih untuk meningkatkan pelayanan publik. Lilik mengatakan, pemerintah mesti berani menanggung semua beban operasional dan revenue. Itu artinya, harus berlaku transportasi murah bagi masyarakat.

“Murah akan tetapi jangan murahan. Jika abal-abal, yang menjadi korban para pengguna jasa,” kata Lilik dalam Focus Discusion di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Rabu (7/5/2014). Lilik menambahkan, jika pemerintah berani menanggung beban operasional dan revenue, bukan tak mungkin bisa diterapkan transportasi murah, bahkan free.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Y Hartono menambahkan, tujuan utama adanya transportasi umum adalah mengurangi kemacetan, mengurangi risiko kecelakaan, dan mengurangi polusi. Hartono menjelaskan, bisa saja pemerintah menerapkan transportasi umum gratis.

“Tapi itu tidak bisa dilakukan secara langsung. Bisa dimulai bertahap dan mengawalinya bagi kalangan pelajar,” kata Hartono. Bagi Hartono, memberikan sarana dan prasarana juga termasuk memberikan pendidikan. (kim)

Redaktur: Azwar Anas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.