AJI Yogyakarta Kecam Penganiayaan Terhadap Jurnalis Kompas TV

YOGYAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mengecam aksi penganiayaan dan perampasan kamera milik jurnalis Kompas TV, Mikahel Aryawan atau akrab dipanggil Mika oleh sekelompok orang tidak dikenal, saat melakukan peliputan dirumah milik Direktur Galang Press, Julius Felicius di Perum YKPN, Ngaglik, Sleman, DIY, pada Kamis (29/5/2014) malam.

Ketua AJI Yogyakarta, Hendrawan Setiawan, mengatakan insiden tersebut menambah panjang daftar ancaman kebebasan beragama di Yogyakarta setelah konflik beragama paling anyar di Gunung Kidul pada perayaan paskah beberapa waktu lalu. “Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta mengutuk tragedi yang menghancurkan kebebasan umat beragama serta mengancam kebebasan pers tersebut,” terang Hendrawan yang juga jurnalis TVOne ini dalam rilisnya yang diterimajogjakartanews.com, hari ini Jumat (30/5/2014).

Lebih lanjut AJI Yogyakarta, kata Hendrawan, setiap tahun kasus kekerasan terhadap jurnalis yang menjalankan profesinya tidak pernah kurang dari 30 kasus. “Aliansi Jurnalis Independen Indonesia mencatat sejak Mei 2013 hingga April 2014 terjadi 43 kasus kekerasan,” tambahnya.
Selain itu, AJI Yogyakarta juga meminta agar kamera milik Mika yang dirampas agar segera dikembalikan dengan utuh beserta isi rekaman didalamnya.

“Polisi sebaiknya serius menangkap pelaku kriminal tersebut dan tidak pandang bulu, mengingat banyak kasus kekerasan atas nama agama serta kasus kekerasan terhadap wartawan yang gagal diselesaikan Kepolisian DIY,” ujar Divisi Advokasi AJI Yogyakarta, Bhekti Suryani. (bhr)

Redaktur: Azwar Anas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.