TNI Kecam Gerakan Anti Pluralisme di DIY

YOGYAKARTA – TNI AD mengecam keras tindakan anti pluralisme yang santer diteriakkan beberapa hari lalu di Yogyakarta. TNI berjanji akan menindak tegas dan memburu pelaku penyebar anti pluralism yang diduga sengaja digembar-gemborkan oleh kalangan yang tidak bertanggung jawab.

Danrem 072/pmk Yogyakarta, Brigjend TNI MS. Fadhilah mengimbau kepada masyarakat Yogyakarta untuk tidak terprovokasi gerakan-gerakan tersebut. Anti pluralism, menurut Danrem sudah menyalahi dasar-dasar Negara Undang-undang 45 serta Pancasila.

“Saya kira yang kayak gitu enggak usah didengarkan. Saya yakin yang jualan macam begitu tidak akan laku. Masyarakat Yogyakarta sudah cerdas,” ujarnya Selasa (10/6/2014).

Danrem menjelaskan, bersama Polri, TNI sudah memeproses hokum gerakan penyebar anti pluralisme tersebut. Pasalnya jika dibiarkan, anti pluralisme akan memecah belah bangsa Indonesia yang multikulturalisme. “Beberapa sudah kami proses. Karena setiap orang berpotensi melakukan pelanggaran. Yang terpenting sekarang, masyarakat jangan terprovokosi,” pungkasnya.

Bahkan semapat dikabarkan, Gedung Kompas Gramedia di Jalan Suroto, Kota Baru akan diserbu oleh kelompok yang mengatasnamakan gerakan anti pluralisme. Pasalnya Kompas sebagai media oleh gerakan anti pluralisme dianggap paling santer memberitakan isu-isu terkait pluralisme. (war)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.