Edutek  

Barcode Soal Diduga Eror, 2 Siwa SMP di Bantul Terancam Tidak Lulus

YOGYAKARTA – Jelang pengumuman hasil Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang akan dilaksanakan pada Sabtu, (14/06/2014), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga merinci sedikitnya ada 11 siswa SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak lulus. Dari ke-11 siswa tersebut dua di antaranya, status kelulusannya masih dalam tanda tanya.

Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji mengatakan, lembar jawaban dari dua siswa tersebut tidak terbaca oleh mesin penilai. Aji menduga ada kerusakan dalam barcode soal sehingga nilai Ujian Nasional dari tiga siswa tersebut kosong.

“Setiap soal punya barcode (kode-red) masing-masing. Jadi memang beresiko jika rusak tidak terbaca oleh komputer,” ujarnya, Jumat (13/06/2014).

Kerusakan barcode ternyata tidak hanya terjadi di DIY bahkan juga di daerah-daerah lain banyak ditemui permasalahan yang sama termasuk di Jawa Tengah. Untuk DIY, Aji mengaku sudah melakukan proses verifikasi ke dinas pendidikan pusat namun hasilnya, kata Aji harus menunggu pengumuman resmi dari pusat. “Sejak awal sudah kita adukan ke pusat namun dari pusat diminta untuk menunggu sampai pengumuman resmi keluar,” ujarnya.

Di DIY sendiri dari daftar sementara Disdikpora, seidkitnya ada 11 siswa yang tidak lulus. Delapan di antaranya dinyatakan murni tidak lulus karena nilai rata-rata tidak mencapai standar kelulusan. Dua di antaranya mengalami kerusakan barcode soal dan satu di antaranya disebabkan tidak mengikuti ujian sekolah karena sakit. “Sehingga nilai sekolah siswa tersebut kosong. Tapi ini akan kami serahkan ke kebijakan masing-masing sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, sesuai data yang dihimpun Jogjakartanews.com, kerusakan barcode tersebut menimpa siswa di salah satu sekolah di Pleret, Bantul pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. (war)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.