Jokowi: 3 Tahun Mendatang Tidak Swasembada Beras, Menteri Agraria Diganti

YOGYAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Pengalihan subsidi BBM salahsatunya akan diarahkan untuk pengadaan Benih, pupuk bagi petani untuk mencapai swasembada beras dalam tempo 3 tahun mendatang.

“Saya beri target ke menteri pertanian, tiga tahun maksimal harus bisa swasembada. Tidak boleh lebih dari 3 tahun. Tidak swasembda, saya ganti menterinya,” terangnya, saat mengisi kuliah umum dalam rangka dies natalis ke-65 UGM di ruang balai senat, Selasa (09/12/2014).

Untuk mencapai target tersebut pemerintah akan membangun 49 bendungan serta perbaikan irigasi.

“70 persen irigasi kita rusak tidak pernah diapa-apain, 30 tahun tidak diperbaiki,” katanya di hadapan ratusan civitas academica UGM.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menegaskan jika sebenarnya pemerintah tidak menaikkan harga BBM, melainkan mengalihkan subsidi BBM.

“Saya itu tidak pernah menaikkan harga BBM. Saya mengalihkan subsidi. Itu jelas sekali beda, jadi mahasiswa itu salah sasaran demo saya karena menaikkan harga BBM,” katanya disambut tepuk tangan peserta kuliah umum yang terdiri para Guru besar dan pimpinan univeristas dan Fakultas.

Dikatakan Jokowi, subsidi BBM selama ini tidak dinikmati oleh rakyat kecil namun dinikmati oleh 72 persen kelompok menengah ke atas.

“Rezim negara kita senang dengan subsidi BBM. Yang menikmati bukan rakyat kebanyakan, 72 persen yang menikmati yang punya mobil seperti bapak-bapak semuanya, yang seharusnya tidak perlu dapat subsidi,” kata Jokowi.

Menurut hitung-hitungan Jokowi, alokasi subsidi BBM setiap tahunnya mencapai  Rp 280 T, apabila subsidi tersebut digelontorkan selama 5 tahun maka akan menghabiskan dana sebesar Rp 1.400 T.

“Bayangkan selama 10 tahun kemarin subsidinya sampai 1.300 triliun, tiap hari kita bakar, tidak jelas,” imbuhnya.

Saatnya subsidi BBM dialihkan ke sektor produktif bukan konsumtif, seperti membangun rel kereta api di seluruh Indonesia yang hanya menghabiskan Rp 360 T. Pembangunan rel kereta api ini menurutnya lebih penting untuk mengatasi kendala transportasi logistik.

Selain membangun jalan rel kereta api, Jokowi  berencana membangun 16 ribu kilometer jalan tol trans sumatera dan Kalimantan. (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.