Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Beberapa Komoditas Sembako Cenderung Turun

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya natal 2014 dan tahun baru 2015, tercukupi. Bahkan, beberapa komoditas ada yang cenderung mengalami penurunan harga.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY, Dr.Ir. Didik Purwadi, M.Ec, menjelaskan, kebutuhan bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, dipasaran cukup tersedia dan aman. Adapun harga juga cukup stabil,

“Andaikata terjadi kenaikan ataupun penurunan harga itu hal yang wajar, karena memang tidak mengkawatirkan,” tutur hal tersebut disampaikan kepada wartawan Unit Kepatihan, di Gedong Pracimosono, Komplek Kepatihan Yogyakarta, Selasa (23/12/2014) sore.

Dijelaskan Didik, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY telah melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di DIY pada Senin (22/12/2014) dan Selasa (23/12/2014). Diantaranya di Pasar Beringharjo, Wates, Bantul, Prambanan, dan Wonosari.

Menurutnya, dari 30 komoditas yang dimonitor hanya ada 4 komoditas yang kenaikannya lebih 5% yakni Kacang tanah, daging ayam potong, bawang merah dan cabe merah besar, sementara untuk yang lain cenderung turun seperti gula pasir, terigu, daging ayam kampung daging sapi Kw2, dan ikan air tawar.

“Jadi masyarakat tidak perlu kawatir berbelanjalah secukupnya menurut kebutuhan, jadi tidak perlu belanja berlebihan, karena takut kebutuhan pokok sehari-hari akan langka karena Natal dan Tahun Baru” imbau Didik.

Lebih lanut Didik menginformasikan, untuk harga Beras IR2 masih berkisar Rp 8.100 sampai Rp 10.000/Kg, telur ayam Rp 20.000/Kg, terigu Rp 8.000 turun menjadi Rp 7.200/Kg, minyak goreng barko Rp 14.000/Kg, daging ayam potong dari Rp 22.000 naik menjadi Rp 27.000/Kg, bawang merah Rp 16.000 menjadi Rp 20.000/Kg, bawang putih dari Rp 12.000 menjadi Rp 14.000/Kg, Cabe dari Rp 60.000 menjadi Rp 90.000/Kg sedangkan daging sapi berkisar Rp 100.000/Kg namun di pasar Argosari Gunung Kidul tembus Rp 115.000/Kg.

“Untuk komoditas yang terjadi kenaikan harga dimungkinkan dampak dari kenaikan harga BBM, namun bisa karena permintaan lebih banyak, mengingat musim libur dan orang punya hajat, hingga permintaan catering meningkat dibandingkan dengan kebutuhan secara umum, disamping kendala cuaca saat ini,” imbuh Didik yang didampingi Kepala Perwakilan BI DIY Arif Budi Santoso; Kepala BKPP DIY Ir. Arofa Noor Indrayani, Msi; Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA DIY, Drs. Tri Mulyono; dan Balai Besar POM DIY Tri Yanti. (pr/ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.