Lalu Lintas Udara Meningkat, Faktor Keselamatan Harus Diprioritaskan

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai kepadatan penerbangan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, mendukung aspek perdagangan dan pariwisata, termasuk di DIY.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Seminar Internasional Collaborative ATFM Implementation dan 3rd Meeting Multi Nodal ATFM Network, di Hotel Hyatt Yogyakarta, Selasa (27/01/2014).

“Karena itu saya berharap faktor keselamatan penerbangan dijadikan prioritas dalam perhubungan udara” tutur Sultan sebagaimana dikutip dalam pers rilis Humas Pemda DIY.

Sultan juga berharap seminar yang akan diselenggarakan tersebut mampu memberikan rekomendasi terkait dengan lalu lintas udara yang meningkat signifikan sehingga diperlukan adanya pengendalian.

Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Bambang Tjahjono dalam kesempatan yang sama mengatakan LPPNPI sebagai penyelenggara tunggal navigasi udara di Indonesia, menunjukkan prioritas dalam peningkatan keselamatan melalui perbaikan peralatan, fasilitas, dan sumber daya manusia.

“Sebagai negara kepulauan, 70% penerbangan di Indonesia didominasi penerbangan domestik. Karena itu, perlu ada Air Traffic Flow Management (ATFM) yang mengatur penerbangan domestik yang juga dikoneksikan dengan ATFM regional. Tujuannya yaitu tercipta penerbangan yang aman dan efisien,” katanya.

Sementara Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Logistik Bidang Logistik dan Multimoda Kementerian Perhubungan Ir. Sugihardjo, M.Si, mengatakan peningkatan jumlah lalu lintas penerbangan di Indonesia merupakan tantangan bagi sektor navigasi udara dalam menciptakan keseimbangan antara demand dan capacity perhubungan udara.

“Untuk itu semua pemangku kepentingan harus berkomitmen terhadap terciptanya ATFM Network dengan negara-negara Asia Pasifik diantaranya Australia, Singapura, Thailand, Hongkong, Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam,” katanya.

Sebelumnya, acara pembukaan seminar diawali dengan Tari Serimpi Manggolo Retno serta penyerahan cinderamata dari Dirut Perum LPPNPI kepada Gubernur DIY. Selanjutnya dilakukan pemukulan gong oleh Sugihardjo sebagai tanda dibukanya seminar yang direncanakan akan berlangsung selama dua hari. (pr)

Redaktur: Rudi F 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.