Ulama Diharapkan Lebih Berani Beri Nasihat Kepada Pemerintah

YOGYAKARTA– Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan peran ulama untuk lebih menyentuh persoalan bangsa, sehingga harus lebih berani memberikan nasihat-nasihat kepada ummat islam dan pemerintah.

“Ulama harus berani menegakkan amar makruf nahi munkar kepada Pemerintah dan umat Islam, berupa dakwah dan nasihat politik berbasis keagamaan atas suatu perkara terutama saat terjadi ketidakpastian seperti sekarang ini. Sehingga kebijakan, fatwa dan sikapnya selalu mengacu pada kemaslahatan umat atas dasar ukhuwah Islamiah,” tutur Sri Sultan saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI, di Pagelaran Kraton Yogyakarta,  Senin (09/02/2015).

Sultan menekankan KUII diharapkan tidak hanya mencakup ibadah, tapi juga kemaslahatan di dunia, menyangkut hubungan sosial yang berkorelasi dengan urusan politik.

“Saya berharap kongres dapat memberikan kemaslahatan bagi umat dan bangsa Indonesia. Jangan sampai membuat bingung umat Islam, laksana biji-biji tasbih yang lepas dari tali perangkainya,” ungkap Sri Sultan.

Sultan juga berharap Kongres paling tidak harus mencerminkan dua peran keulamaan yaitu tanggung jawab kepemimpinan dan penunjuk jalan.

“Dengan dua peran tersebut kongres ini harus membawa aspirasi umat tanpa membedakan massa,” harap Sri Sultan.

Acara pembukaan KUII ke IV tersebut dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir. Kongres yang berlangsung dari tanggal 8-11 Februari 2015 ini diikuti kurang lebih 700 peserta yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat dan provinsi, ormas Islam, tokoh masyarakat, pondok pesantren, perguruan tinggi baik Islam maupun umum, 42 kraton di seluruh Indonesia, serta para pelaku ekonomi Islam. (ian/kontributor)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.