Pinjam Buku Kini Tak Perlu Ke Perpustakaan

YOGYAKARTA – Bagi peminat buku-buku perpustakaan, khususnya untuk Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Yogyakarta tampaknya tidak perlu repot-repot lagi pergi ke perpustakaan. Sebab, Perpusda Kota Yogyakarta merencanakan inovasi baru untuk memaksimalkan layanan perpustakaan. Yaitu layanan antar buku bagi yang ingin mengakses buku-buku koleksi Perpusda Kota. Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Bessang dalam workshop inovasi balai kota Yogyakarta, Rabu (25/03/2015).

“Perpusda Kota Yogyakarta sudah memberikan rencana inovasi kepada kami untuk memberikan layanan antar buku kepada para peminjam,” Pukas Bessang. Pasca dicanangkan sebagai laboratorium inovasi, berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memang berlomba-lomba melakukan berbagai inovasi dan terobosan-terobosan demi maksimalnya pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Bessang, inovasi yang dilakukan Perpusda merupakan bagian dari beberapa rencana yang dibuat bersama 93 SKPD di Lingkup Kota Yogyakarta. ”Kami memang mendorong masing-masing SKPD di Pemkot Yogyakarta memiliki inovasi yang dapat memeberikan pelayanan ke masyarakat lebih mudah, cepat, dan murah,” katanya.

Ilyas Rahman, yang merupakan mahasiswa di Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga menyambut baik rencana inovasi tersebut. Bila hal itu direalisasikan, menurut Ilyas, bukan tidak bukan akan banyak lagi orang-orang yang cinta buku. “Sebenarnya kan banyak ya yang pengin baca-baca buku, baik itu buku ilmiah maupun fiksi. hanya kan terkadang keinginan itu terkedala rasa capek dan malas karena tidak punya motor, capek ngebis dan sebagainya. Nah dengan adanya inovasi itu semua kendala-kendala itu bakal tiada, semua yang ingin tinggal pesan, datang,” katanya kepada jogjakartanews.com, Kamis (26/03/2015).

Meski begitu, ilyas memberikan catatan agar inovasi tersebut dijalankan dengan sistem delivery yang mapan dan profesional. “Jangan sampai ada keterlambatan pengiriman karena hal-hal teknis yang buruk, karena itu kan besar pengaruhnya. Misalkan mahasiswa ataupun pelajar yang dikejar deadline tugas, kalau pengirimannya gak jelas, lelet kan bermasalah juga,” paparnya. (Ning)

Redaktur: Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.