Terkait Pelecehan Anak, Gerindra Minta Polri dan Kejaksaan Bertindak Cepat

JAKARTA – Di saat Pengadilan tengah menyidangkan kasus pelecehan sexsual yang menimpa anak-anak didik di Jakarta International School (JIS), dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di sekolah bertaraf internasional terjadi lagi. Kali ini menimpa anak didik di sekolah Highscope di TB Simat‎upang, Jakarta Selatan. Hal itu berdasarkan pengakuan salah seorang korban yang masih berusia 7 tahun mengaku dicabuli oleh seorang pria di sekolah tersebut.

Dua kasus pelecehan anak yang terjadi di JIS dan Highscope lantas mengundang pertanyaan berbagai kalangan soal sistem keamanan yang diterapkan di sekolah-sekolah bertaraf international. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi anak-anak, justru jadi tempat yang sangat mengerikan bagi keselamatan dan keamanan anak anak.

Ketua DPP Gerindra Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad bahkan menduga kasus serupa juga tidak menutup kemungkinan banyak terjadi di sekolah sekolah bertaraf international lainnya. Sebab sekolah-sekolah yang dianggap bergengsi tersebut, menurut Dasco, jarang mendapatkan perhatian dari Kementrian Pendidikan, khususnya terkait bagaimana sistim pembelajaran dan identitas para guru yang mengajar. Bahkan Dasco meminta Mentri Pendidikan melakukan tes psikologi terhadap para guru yang mengajar di sekolah.

“Partai Gerindra mendesak pemerintah, dalam hal Menteri pendidikan harus melakukan test psikologi atau kejiwaan kepada semua guru maupun petugas sekolahan agar sekolah tidak kemasukan monster-mnster pedhofilia yang setiap saat bisa mengancam keselamatan dan keamanan anak anak di sekolah,” katanya sebagaimana dalam rilisnya kepada jogjakartanews.com, Senin (06/04/2015).

Ia juga mengatakan, pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada sekolah-sekolah yang terbukti tidak mampu memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak-anak didiknya. “Pemerintah dan stake holder pendidikan harus sadar bahwa anak adalah tunas, potensi, dan penerus cita-cita perjuangan bangsa. Mereka memiliki peran strategis karena merekalah yang harusnya menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan Karena itu Harus benar benar dilindungi,” katanya

Anggota Komisi III DPR RI itu juga mengatakan partainya mendesak Polri dan Kejaksaan sebagai aparat penegak hukum supaya bertindak cepat dan segera melakukan penahanan terhadap tersangka. “Karena dikhawatirkan jika pengusutan kasus ini berjalan lamban, para pelaku bisa mengulangi perbuatannya, mengilangkan barang bukti dan mengintimidasi saksi-saksi. Partai Gerindra melalui Komisi 3 DPR RI akan mengawasi dan memantau kerja Polri dan Kejakasaan agar kasus pelecehan terhadap anak bisa benar-benar diusut hingga tuntas,” agar para korban dan keluarga korban bisa mendapatkan keadilan. (pr)

Redaktur: Herman W.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.