Kesbang Godok Pengurus Osis Se Jogja Jadi Volunteer Anti Napza

YOGYAKARTA – Perwakilan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SekolahMenengah Kejuaruan (SMK) se Kota Yogyakarta digodok dan digembleng  menjadi Volunteer (relawan) Anti Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) oleh Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari, sejak Selasa (29/03/2016) hingga Kamis (31/03/2016), di Villa Eden 1, Kaliurang, Sleman.

Peserta dalam pelatihan relawan Anti Napza ini diikuti 50 orang, perwakilan dari 25 SMA dan SMK di Yogyakarta. Pada malam hari pertama kemarin, peserta mengikuti stadium general bertemakan ­­­­­ “Pelatihan Volunteer Supervisi Kegiatan Antisipasi Masalah Napza Bagi Pengurus OSIS SMA/SMK Se-Kota Yogyakarta” .

Tiga pembicara yang dihadirkan dalam Stadium General tersebut, yaitu Danden POM Yogyakarta, Mayor CPM. Muh. Rizal;   Kepala Kesbang Yogyakarta, Drs. Sukamto, dan Praktisi Hukum dan Akademisi Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY), Hartanto, SH. M.Hum. Stadium General dimoderatori oleh Kepala Seksi (Kasi) pembinaan Kepemudaan Kesabang Yogyakarta, Husni Eko Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Mayor Rizal mengungkapkan, Narkoba tak hanya beredar di kalangan masyarakat umum, namun juga di kalangan TNI.

“Angka nasional pada 2015 kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan TNI meningkat menjadi 69 kasus dari sebelumnya di tahun 2014 yang hanya 35 kasus Ini disebabkan karena para Bandar narkoba rupanya belajar dari pengungkapan kasus sebelumnya. Mereka menggunakan 1001 cara,” tutur Rizal.

Ditegaskan Rizal, di TNI tidak ada rehabilitasi bagi oknum pengguna narkoba, namun langsung ditindak dengan hukuman tegas.

“Kalau di TNI hukumannya justru lebih berat dari masyarakat sipil. Selain dihukum sesuai undang-undang militer, juga akan dipecat,” tegasnya.

Rizal berharap setelah mengikuti pelatihan relawan anti Napza, para pelajar mampu berperan dalam pencegahan peredaran dan penyalah gunaan narkoba di masyarakat, terutama di lingkungan sekolah masing-masing.

Sementara Hartanto mengungkapkan, selama ini masyarakat banyak yang masih belum paham konsekuensi hukum penyalahgunaan narkotika.

“Bukan hanya yang betul-betul Bandar, atau pengguna saja yang bisa dijerat dengan Undang-Undang No 35 Tahun 1999 tentang Narkoba, melainkan siapa saja yang kedapatan membawa Narkoba. Misalnya anda tidak tahu seseorang menaruh narkoba di saku anda. Meski demikian Anda tetap bisa diproses hukum karenanya,” tukas Hartanto.

Sementara, Sukamto dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya generasi muda untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme sebagai bentuk bela Negara. Dengan tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai Pancasila, niscaya upaya-upaya merusak generasi bangsa, akan tertolak dengan sendirinya.

“Bela Negara salah satunya dengan kita berprestasi, termasuk mencegah dan turut memberantas Napza di lingkungan kita. Oleh karenanya sebagai generasi muda, terlebih bagi pengurus OSIS harus berpegang teguh kepada ideologi bangsa, yaitu Pancasila.  Dengan demikian, Napza dan apapun yang akan merusak generasi bangsa dan memecah-belah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),  mampu dibendung,” tandasnya.

Antusiame peserta mengikuti kegiatan terlihat saat memasuki sesi tanya jawab. Para peserta berebut untuk menyampaikan pertanyaan kepada ketiga  pembicara. Salah satunya Astri Kosana, Pengurus OSIS dari SMA Muhammadiyah II Yogyakarta. Ia menanyakan bagaimana cara dan strategi menguatkan gerakan anti Napza di kalangan anak muda terutama pelajar.

Astri mengaku dengan mengikuti kegiatan relawan Anti Napza yang diselenggarakan Kesbang Kota Yogyakarta ini, semakin memupuk semangatnya untuk melawan Narkoba.

“Dengan mengikuti relawan anti Napza ini saya semakin bertambah ilmu dan pengetahuan tentang bahaya dan akibat hukum Napza. Terimakasih kepada Kantor Kesbang Kota Yogyakarta yang telah menyelenggarakankegiatan ini,” katanya.

Sekadar informasi, kegiatan kaderisasi relawan anti Napza yang diselenggarakan Kantor Kesbang Pemkot Yogyakarta kali ini, merupakan gelombang ketiga. Setelah menggandeng Tokoh-Tokoh masyarakat, Oragisasi Kepemudaan (OKP), dan OSIS, ke depan kegiatan serupa akan diselenggarakan dengan menghadirkan perwakilan Ibu-Ibu penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari seluruh kelurahan di Yogyakarta.

“Kami berharap nantinya semua elemen masyarakat Jogja terlibat dalam  gerakan relawan anti Napza,” kata Kepala Kesbang Yogyakarta, Sukamto.(agg)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.