Sekjen PB HMI Ditangkap, HMI JATENG-DIY Siap Jadi Martir Kawal Kasus Ahok

SEMARANG-Penangkapan Sekertaris Jenderal PBHMI Amijaya oleh Polda Metrojaya pada Selasa (8/11)  menuai reaksi keras dari berbagai pihak, alibi Polda Metrojaya yang mensinyalir bahwa HMI adalah salah satu provokator pada aksi bela Islam (04/11) lebih bersifat tendensius daripada upaya penegakan hukum.

Hal ini diutarakan oleh Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY, Husnul Mudhom saat ditemui jogjakartanews. Husnul berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian lebih seperti gaya PKI yang mengedepankan sifat radikal daripada azas kekeluargaan. Padahal PBHMI akan datang ke Kepolisian dengan sukarela jikalau memang dibutuhkan keterangannya terkait aksi.

“Seharusnya yang ditangkap oleh kepolisian adalah Ahok yang selama beberapa bulan terakhir membuat gaduh seluruh Indonesia sampai Umat Islam melakukan aksi di berbagai daerah, bukan PBHMI yang baru beberapa hari terakhir melakukan aksi”timpal Husnul.

Untuk menyikapi masalah ini Badko HMI Jateng-DIY akan segera berkonsolidasi dengan Cabang-Cabang dan menunjuk kuasa hukum guna mengawal kasus tersebut, ini sekaligus sebagai pesan konsistensi keluarga besar HMI untuk mengawal kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama alias Ahok sampai akhir apapun yang terjadi.

Dalam waktu dekat, Seluruh Cabang di Badko HMI Jateng-DIY sendiri akan menggelar aksi solidaritas.

“HMI tidak akan pernah berdamai dengan kedzaliman. HMI siap menjadi martir terdepan untuk mengawal kasus ini karena kita tahu yang kita lawan bukan hanya Ahok, tetapi rezim besar yang berdiri di belakangnya juga. Bagi HMI hukumnya adalah Jihad Fi Sabilillah” tegas Husnul

Dukungan terhadap HMI juga datang dari Pelajar Islam Indonesia (PII). Ketua Umum PW PII Jateng Musyaddad Zaen menyesalkan tindakan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Sekjen PBHMI. Aparat kepolisian selaku institusi penegak hukum seakan tidak beretika dalam menjalankan hukum layaknya menangkap pelaku terorisme. Seharusnya polisi tahu bahwa HMI mempunyai nama besar karena sumbangsihnya terhadap perjuangan negeri ini

“Kalau penangkapan terkait 4 November seharuasnya tidak seperti itu caranya, penangkapan tersebut membuktikan kalau polisi cacat melakukan tugasnya sebagai penegak hukum” kata Musya

Kronologis penangkapan tersebut bermula dari aksi HMI beserta umat Islam pada tanggal 4 November di Jakarta yang sempat diwarnai kericuhan di malam hari, tiba-tiba berhembus isu kalau HMI adalah salah satu provokator, walaupun sudah diklarifikasi oleh ketum PBHMI Mulyadi Tamsir, tetapi pada hari selasa dini hari sekitar 30 polisi berpakaian preman mendatangi sekretariat PBHMI di jalan Sultan Agung, mereka membawa surat penangkapan terhadap sekjen PBHMI Amijaya. Sempat terjadi kericuhan karena pengurus HMI tidak terima terhadap kesewenang-wenangan polisi dalam menjalankan tugas karena penangkapan tersebut tidak mempunyai dasar yang jelas. (nnl)

Redaktur: Rudi F

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.