Sri Sultan: PUTRI Harus Bisa Menciptakan Lapangan Kerja

YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HBX), meminta Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) mampu memberikan solusi yang dapat diperhitungkan dalam dimensi sosial untuk kesejahteraan masyarakat serta terlihat secara ekonomi dan bisnis untuk kemakmuran bersama,

“PUTRI harus dapat dipercaya dalam menciptakan lapangan kerja, dapat diterima dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya, serta berkesinambungan untuk menggandeng lingkungan dengan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat yang merata dan berkelanjutan,” tutur Sri Sultan HB X dalam pembukaan Tourism Attraction Expo & Forum (ITAEF) 2017 di Sahid Rich Hotel Yogyakarta, kemarin (12/10/2017).

Dikatakan Sri Sultan HB X, kegiatan yang diselenggarakan DPD PUTRI DIY sebagai peringatan Hari Pariwisata Dunia dan 40 tahun PUTRI tersebut merupakan kegiatan berskala nasional  yang patut diapresiasi. Tema yang diangkat yaitu “Percepatan Pertumbuhan Destinasi Pariwisata yang Berkelanjutan” selaras dengan program Pemda DIY.

Dalam sambutannya Sri Sultan juga berharap agar Yogyakarta dan Jawa Tengah dapat membangun kolaborasi yang baik ke depan untuk memajukan pariwisata di Indonesia,

“Karena pariwisata tidak mengenal batas wilayah,” imbuh Sri Sultan HB X.

Sementara Ketua Umum DPD PUTRI DIY GKR Bendara mengatakan bahwa salah satu tujuan utama dilaksanakannya Tourism Attraction Expo & Forum (ITAEF) 2017   adalah sebagai wujud implementasi seluruh anggota PUTRI dalam upaya untuk meningkatkan, mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia, sekaligus sebagai saran penyampaian informasi tentang kekuatan potensi destinasi wisata Indonesia.

“Lima tahun terakhir ini objek wisata fokus kepada kuantitas, namun kali ini kami juga ingin meningkatkan kualitas dari objek wisata. Misi ini dirancang guna menghadapi adanya airport baru di tahun 2019, yang pastinya hal itu akan memiliki dampak yang positif dan negative,” ungkapnya.

Ketua Umum DPP PUTRI Dr. Drs. AJ. Bambang Soetanto, MM. menambahkan, denganmemaknai Hari Pariwisata internasional dengan tema “Sustainable tourism a tool for development” (Pariwisata berkelanjutan merupakan alat untuk pembangunan) meliputi dua askpek,

“Yaitu pembangunan berkelanjutan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di bidang sosial,” katanya. 

Sekadar informasi, Forum Komunikasi Nasional ini akan dilaksanakan selama 3 hari, sejak kemarin (12/10/2017) hingga Minggu (15/10/ 2017) mendatang. Acara tersebut mengundang sejumlah pejabat dan pelaku pariwisata nasional. Diantaranya, Drs Dadang Rizky Ratman (Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar RI), Titik S. Ariyanto, SE (Marketing & PR Manager Jawa Timur Park Group), DR. Ir. Hariyadi B Sukamdani, MM (Ketua Umum Perhimpun Hotel dan Restoran Indonesia), Dra. Esthy Reko Astuti, M.Si (Deputi, Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI). Selain itu, direncanakan akan hadir dalam forum komunikasi sebagai pembicara  Kabid Strategi Pemasaran Pariwisata Amerika dan Afrika, Kemenpar RI, Dadang Djatnika, SE., M.T.  (kt1)

Redaktur: Faisal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.