Kuatkan Produk Petani Lokal, Omah Tani Uji Coba Lahan Organik di Gilangharjo

BANTUL – Pertanian organik diyakini menjadi salah satu solusi masalah pertanian dan pangan di Indonesia. Dengan pertanian organik, tanah akan direhabilitasi dari dampak buruk pupuk kimia terhadap lingkungan, sehingga hasilnya akan meningkat,

“Dengan pertanian organik lahan akan terjaga sebagai sawah yang merupakan simbol negri agraris dan nantinya akan mengarah pada ketahanan pangan di Indonesia bahkan menjadi lumbung pangan dunia,” kata Direktur Omah Tani, Agus Subagyo, Rabu (22/11/2017).

Dikatakan Agus, Omah Tani yang merupakan perhimpunan masyarakat non pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya dengan mengkampanyekan pertanian organik. Omah Tani, kata dia,  baru-baru ini menjalin kerjasama dengan petani dan Pemerintah Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul untuk uji coba pertanian organik di lahan  seluas satu hektar.

Dalam program demplot atau lahan uji terap organik degan pupuk organik dalam sektor pertanian  Omah Tani  bekerjasama dengan PT. Porin Makmur Sejahtera Semarang, yang memproduksi pupuk organik. Untuk bibitnya, kata Agus, pihaknya bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat Mari Sejahterakan Petani (MSP), organisasi non pemerintah yang bergerak di bidang pertanian organik.

“Arahnya adalah memproduksi beras petani dengan alat produksi dikuasai petani. Alat produksi ialah sawah, pupuk, benih, tenaga dan pasar. Semua itu milik petani. Program ini paska panennya adalah beras organik dan benih lokal yang akan di branding beras  produksi petani lokal,” imbuh Agus saat berkunjung di Balai Desa Gilangharjo didampingi  Direksi Marketing PT. Porin Arif Hermawan dan Direksi Agronomis, Jonek Wibowo.

Sementara Kasie Pemerintahan sekaligus ketua Pengelolaan dan Pemanfaatan tanah kas Desa dan Ketua Desa Budaya Gilangharjo, Supriyanto, SE menyambut baik gagasan Omah Tani. Menurutnya, pemerintah dan petani desa Gilangharjo sudah siap memulai demplot pertanian organik di lahan seluas  satu hektar di kawasan Pandak Sumber Gilangharjo (PSG).

“Pertanian organik ini selaras dengan konsep desa menuju pertanian terpadu yang terintegratif dengan alam untuk mewujudkan ketahanan pangan yang sehat. Maka menjadi prioritas kami mengembangkan sektor pertanian organik, peternakan, perikanan, dan pengolahan lahan pekarangan tanah kosong, tandus dan kritis untuk dimanfaatkan secara maksimal. Harapannya  mewujudkan kemandirian petani, kesejahteraan petani meningkat, dan pemulihan tanah supaya bisa subur lagi,” kata Supriyanto yang juga Inisiator Kedaulatan Pangan yang Sehat Lumbung Mataraman di PSG.

Supriyanto menambahkan, PSG merupakan wilayah yang berdekatan dengan kawasan laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Oleh karenanya, kata dia, Pemerintah Desa Gilangharjo terpanggil untuk turut mengakselerasi (melakukan percepatan) program dan visi misi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X yaitu Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja.

“Saya kira pengembangan pertanian organik di PSG ini juga selaras dengan apa yang menjadi harapan ngerso dhalem (Sri Sultan HB X) agar masyarakat dan potensi kawasan selatan DIY lebih diberdayakan dan dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan. Jika mudah-mudahan demplot ini sukses, Bapak Kades Gilangharjo bahkan mengharapkan agar bisa dikembangkan dengan lahan yang lebih luas lagi,” tutup Supriyanto yang mewakili Kades Gilangharjo Drs. Pardiyono saat menerima kunjungan tim Oemah Tani. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.