Tinjau Penataan Nol Km Jogja, Toilet Bawah Tanah Jadi Perhatian Sri Sultan

YOGYAKARTA – Gubernur  DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau langsung proyek Penataan Kawasan Pedestrian Malioboro Tahap II di Titik Nol Km Kota Yogyakarta, Senin (27/11/ 2017). Salah satu yang menjadi perhatian Sri Sultan adalah pembangunan underground toilet (toilet bawah tanah) yang pada akhir tahun ini akan selesai dan dapat dipergunakan oleh warga atau para wisatawan.

Meski saat tinjauan hujan, Sri Sultan menyempatkan memeriksa titik-titik yang menjadi lokasi toilet umum berkelas internasional tersebut. Satu berada di depan Gedung Bank Indonesia (BI), yang direncanakan menjadi tempat servis di titik nol. Kemudian toilet kedua di depan Taman Pintar.

Sarana dan prasarana toilet tersebut bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, ada pembagian ruang yang jelas antara toilet pria, wanita, dan khusus difabel. Di sudut toilet dilengkapi pula petugas penjaga sekaligus berfungsi sebagai penjaga keamanan. Fasilitas tambahan juga disediakan di toilet tersebut, berupa nursery room dan ruang servis. Jumlah toilet pun diupayakan mencukupi agar pengunjung tidak terlalu lama mengantri. Untuk wanita 13, difabel 3, pria 7.

Secara umum Gubernur DIY, menyukai konsep pembangunan  Underground Toilet di Titik Nol namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian Sultan, yaitu agar di toilet dibuat semacam pengaman untuk membatasi akses,

“Sehingga masing-masing pengunjung hanya dapat mengakses toilet yang sesuai dengan jenis kelamin,” tutur Sri Sultan.

Selain toilet bawah tanah, Sri Sultan juga mengintruksikan adanya penambahan kursi untuk kenyamanan pengunjung dalam berwisata.

“Kawasan titik nol yang merupakan kawasan budaya, sejarah, dan pendidikan harus ditata agar lebih menarik wisatawan datang ke Jogja,” imbuh Sri Sultan HB X. (kt1)

Redaktur: Rudi F

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.