Jenderal Purn Agum Gumelar: Buku Soedirman The Great Genuine General Inspirasi Bangsa

YOGYAKARTA – Ketua Umum Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKAL), Jenderal (purn) Agum Gumelar, M.Sc menilai Buku ‘Soedirman, The Great Genune General’ adalah buku yang bisa menginspirasi generasi bangsa. Menurutnya buku yang ditulis oleh Bugiakso (alm) dan Nining Tejaningsih (Cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman), menyajikan sejarah yang otentik,

“Kita bisa lebih mengenal beliau dalam buku ini,” tutur Agum saat menjadi key note speaker bedah buku ‘Soedirman, The Great Genune General’ di Museum Sasmitaloka, Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman, Yogyakarta, Rabu (20/12/2017) sore.

Agum Gumelar mengapresiasi IKAL Komisariat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah menyelenggarakan acara yang menurutnya luar biasa dan layak menjadi contoh Komisariat-Komisariat IKAL lain di seluruh Indonesia,

“Saya nanti pesan 100 buku untuk saya kirim ke seluruh Komisariat IKAL di  seluruh Indonesia,” imbuh mantan Gubernur Lemhannas (1998-1999).

Sosok Jenderal Soedirman, menurut Agum adalah sosok yang kukuh memengang perinsip mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perjuangan Jenderal Soedirman, kata dia, didukung oleh semua satuan pasukan Angkatan Perang yang ada dan rakyat.

“Inilah mengapa saya berharap TNI dan Polri harus bersatu. Jika TNI dan Polri bersama rakyat bersatu maka pertahanan negara kita akan kuat,” tandas Mantan Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan, Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Dalam kesempatan tersebut, Agum juga mengajak segenap elemen bangsa agar tidak terbawa arus kebebasan berpendapat yang semakin liar era kekinian. Dikatakan Agum, kritik terhadap pemerintah atau sikap tberbeda pendapat tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang kasar melainkan dengan  cara yang santun seperti yang dicontohkan Jenderal Soedirman saat berbeda pandangan dengan Presiden Soekarno,

“Sekarang kalua tidak sependapat dengan Presiden jangan melakukan tindakan yang inkonstitusional. Kalau tidak ingin Presiden Jokowi jadi Presiden lagi ya nanti bertarung di Pemilu 2019, jangan melakukan cara-cara yang tidak benar apalagi kudeta,” tegasnya.

Selain Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang bertindak sebagai key note speaker, Buku Jenderal Soedirman The Great Genuine General juga menghadirkan tiga pembedah, yaitu Ir. Muhammad Teguh Bambang Cahyadi Soedirman (Putra Pangsar Jenderal Soedirman),  Dr. Muhammad A.S Hikam, APU (pengamat politik dari President University) dan Prof. Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan). Bedah buku yang dihadiri sekitar 200 peserta undangan dari unsur TNI, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat tersebut dimoderatori oleh Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si (akademisi UGM).

Hadir dalam bedah buku, Ketua IKAL Komisariat DIY, Sugiyanto Harjo Semangun; Kasrem 072/Pamungkas, Kolonel inf Ida Bagus Ketut Surya mewakili Danrem 072/PMK Brigjen TNI Fajar Setyawan, S.IP;  Penulils Buku, Nining Tejaningsih, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) DIY, Pimpinan DPRD DIY, Pematung Yusman, dan sejumlah tokoh masyarakat DIY.

Sekadar Informasi Kegiatan Bedah Buku Soedirman The Great Genuine General diselenggarakan IKAL DIY bekerjasama dengan Korem 072/PMK untuk memperingati Hari Juang Kartika Tahun 2017. Acara bedah buku tersebut serangkaian dengan pameran tunggal Yusman bertajuk, ‘Pameran Retrospektif 32 Tahun Yusman; Menandai Indonesia’ yang digelar di Jogja Gallery, Alun-Alun Utara Yogyakarta, 20 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018 mendatang. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.