Bentuk DPC se DIY, HNSI Siap Menjadi Ujung Tombak Wujudkan Visi Gubernur DIY

YOGYAKARTA – Dewan Pengurus Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC HNSI se-DIY), yaitu DPC Gunungkidul, DPC Bantul, dan DPC Kulonprogo dilantik, Rabu (14/02/2018) siang.

Ketiga pengurus DPC tersebut dilantik oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI DIY, KPH. Wironegoro, M.Sc. Pelantikan dihelat di Aula lantai 2 Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY di Jalan Sagan III/4. Pelantikan dihadiri Kepala Dinas DKP, Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si.

KPH. Wironegoro menuturkan pelantikan tiga DPC HNSI se-DIY sebagai bentuk dukungan agar Visi-Misi Gubernur DIY 2017-2022, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yaitu ‘Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja’

“Jadi tiga ketua DPC ini siap memimpin sekitar 3000-an nelayan Jogja, sebagai pelaku utama yang terdampak visi-misi ngarso dalem nantinya,” tutur KPH. Wironegoro di sela-sela acara pelantikan.

Untuk meningkatkan kemampuan nelayan untuk menyongsong Visi-Misi Gubernur, hal-hal yang dipersiapkan HSNI, menurutnya antara lain mengedintifikasi jumlah nelayan agar bisa bersinergi dengan potensi daerahnya masing-masing.

Menantu Sri Sultan HB X ini optimistis nelayan siap mendukung dan mewujudkan visi-misi Gubernur DIY. Sebab, kata dia, saat ini nelayan sudah mau dan bangga menjadi nelayan,

“Saya optimistis, nantinya DPC HNSI di DIY yang dilantik hari ini siap berkoordinasi mendukung program pemerintah DIY,” tukasnya.

Selain itu, kata KPH. Wironegoro, HNSI akan menelaah soal teknologi nelayan. Menurutnya HNSI bersama DKP DIY pernah melakukan pendampingan nelayan dengan kapal dengan berat di atas 10 gross tonnage (GT). Namun, kata dia, justru karena pendekatan penggunaan teknologinya oleh nelayan belum teredukasi dengan sempurna, maka hasilnya kurang maksimal.  

“Setelah kita telaah maka dirubah menjadi 10 GT yang agak kecilan, kok ternyata malah lancar, tangkapan semakin banyak,” imbuh suami dari GKR Mangku Bumi ini.

KPH Wironegoro menandaskan, HNSI bertugas mengatarkan nelayan untuk menjadi sejahtera. Meski belum bisa menentukan ukurannya dengan statistik, namun ia menyimpulkan nelayan di DIY saat ini sudah lebih sejahtera,

“Dilihat dari DPC di tiga kabupaten dengan anak-anak buahnya, mereka saat ini Alhamdulillah sudah lebih sejahtera dari sebelumnya karena sudah mampu bersinergi dengan potensi di daerahnya. Seperti di Gunungkidul selain menangkap ikan juga sudah pinter mengelola pariwisata. Bantul selain menangkap ikan juga menambak udang, pariwisata juga. Kulon Progo yang kita sasar bagaimana nelayan nanti bisa memanfaatkan bandara baru yang tak lama lagi mau jadi,” tukasnhya.

Kepala Dinas DKP, Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si menyambut baik dibentuknya  DPC HNSI yang ke depan bisa bermitra dengan DKP guna mendukung pengembangan ikan tangkap laut. Gagasan HNSI dimana nelayan ke depan tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan laut, namun bisa bersinergi dengan potensi daerahnya, merupukan terobosan yang tepat guna mempercepat terwujudnya visi Gubernur DIY, Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja’,

“Nelayan ada musim pacekliknya, kalua gelombang tinggi bahkan tidak bisa melaut, jadi harus ada inovasi seperti bersinergi dengan potensi wisata, kuliner dan perbaikan alat produksi,” pungkasnya.  (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.