Perkembangan Padi MSP dengan Pupuk PORIN Memuaskan, BNP Siap Beli Hasil Panen Petani

BANTUL– Perkembangan padi varietas unggul lokal Mari Sejahterakan Petani (MSP) yang ditanam petani di Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul dengan menggunakan Pupuk Organik Indonesia (PORIN), dinilai memuaskan. Melihat perkembangan tersebut, PT. Bhakti Nusa Persada (BNP) yang bergerak dibidang Agrobisnis berniat akan membeli beras dari hasil panen padi MSP yang menggunakan pupuk Porin tersebut,

Pelaksana Program BNP di Yogyakarta, Danang S Pamungkas mengatakan pertumbuhan padi MSP dengan Pupuk PORIN sangat bagus. Menurutnya, dalam waktu 40 hari sejak tanam di demplot (lahan percobaan), anakan padi yang dulunya tiap ceblok hanya ditanam 2 rumpun, sekarang berkembang sedikitnya 40 hingga 52 tiap rumpun.

“Dari pengalaman – pengalaman selama ini, biasanya dengan anakan sebanyak itu, saat panen mampu menghasilkan 300-an bulir. Ini sangat bagus,” ujarnya saat memantau langsung demplot didampingi Direktur Omah Tani, Agus Subagyo selaku pendamping Demplot dan Kasi Pemerintahan Desa Gilangharjo, Supriyanto, S.E.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Danang menegaskan, BNP semakin mantap untuk membeli hasil panen petani nantinya. Menurutnya BNP memiliki visi mensejahterakan petani sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, sehingga perusahaanya akan memprioritaskan membeli padi dari petani lokal dengan harga pantas,

“Tentu BNP akan membeli dengan rego pantes (harga pantas). Jangan sampai petani rugi karena harga jual hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi. Kami berkomitmen turut mensejahterakan petani dan mendukung program kedaulatan pangan,” imbuhnya.

Sementara Agus Subagyo mengatakan, Omah Tani sejak awal melakukan pendampingan memang bertujuan untuk memberdayakan petani agar kesejahteraannya meningkat. Selama ini, kata dia, petani kerap merugi karena biaya operasional yang tinggi dan tidak menguasai alat produksi,

“Kami memberikan alat produksi berupa bibit padi MSP dan Pupuk PORIN yang ini nantinya dibayar setelah panen, sehingga meringankan petani. Selain itu kami bekerjasama dengan BNP akan membeli hasil panen dengan harga yang lebih baik. Ini agar petani tidak terjebak tengkulak yang kemudian mengkartel beras dan menjualnya dengan harga yang semena-mena. Belinya murah jualnya tinggi,” tukas Agus.

Selain itu, imbuh Agus, dalam pendampingannya Omah Tani juga akan memberikan pelatihan pembuatan benih unggul. Bibit tersebut menurutnya akan diambil dari sebagian hasil panen,

“Sebagian hasil panen nanti kita kembangkan menjadi bibit, tidak dijual semuanya untuk konsumsi. Sehingga nantinya petani tidak perlu ketergantungan membeli bibit atau mengharap subsidi bibit,” ujarnya.

Sedangkan Supriyanto berharap, dengan adanya kerjasama petani Gilangharjo dengan Omah Tani, MSP, Porin dan BNP, hasil pertanian petani di Desa Gilangharjo akan meningkat. Dengan demikian, kata dia, kedaulatan pangan di desanya akan terwujud,

“Mudah-mudahan nanti hasil panen sesuai dengan yang diharapkan, sehingga petani di Gilangharjo ini akan menanam padi organik MSP dan pupuk PORIN. Kami memang punya program ke depan petani Gilangharjo menghasilkan produk pertanian organik yang berkualitas untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” tutup Supriyanto. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.