Tak Lupa Lahir dari Rakyat, Jenderal Bintang Dua ini Sumbangkan Darahnya di Medan TMMD

YOGYAKARTA – prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara serta mengabdikan diri untuk rakyat adalah sebuah kewajiban. Tak sekadar retorika atau ucapan di bibir saja, hal itu nampak nyata ditunjukkan oleh Asisten Teritorial Kepala Staff Angkatan Darat (Aster Kasad), Mayjen TNI Supartodi, S.E, M.Si, saat meninjau medan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 101 tahun 2018 Kodim 0734/Yogyakarta di Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (19/04/2018).

Jenderal bintang dua itu tanpa ragu menyumbangkan darahnya kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Yogyakarta yang bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) TMMD menggelar donor darah di Pos Komando Taktis (Kotis) TMMD.

Didampingi Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Mayjend Supartodi sempat berdialog dengan petugas dan sesama pendonor. Ia mengungkapkan setetes darah yang disumbangkan kepada PMI akan sangat berharga karena bisa menyelamatkan jiwa mereka yang membutuhkan,

Ketika ditanya wartawan apakah sering mendonorkan darahnya? Mayjend Supartodi menjawabnya setiap hari, karena jiwa raga, termasuk darahnya rela disumbangkan untuk bangsa dan negara. Mendonorkan darahnya untuk PMI, bagi Brigjen TNI Ahmad Zamroni sudah biasa,

“TNI itu lahir dan tumbuh dari masyarakat, jadi harus siap berkorban untuk rakyat, apalagi hanya sekadar donor darah,” tuturnya.

Mayjend Supartodi yang berkunjung selaku Tim pengawasan dan evaluasi (Wasev) mengungkapkan, selain bisa menyelamatkan jiwa pasien yang membutuhkan, donor darah juga dapat membuat badan pendonor sehat. Jenderal humoris ini sempat berkelakar, agar prajurit dan masyarakat tidak perlu takut dengan jarum suntik yang mungil,

“Donor darah ini bagus, jadi kita jangan takut dengan jarum suntik, justru badan kita akan sehat kalau kita secara rutin melakukan donor darah,” imbuh Mayjen TNI Supartodi, S.E., M.Si.

Donor darah yang merupakan salah satu kegiatan non fisik dalam program TMMD Reguler Kodim 0734/Yogyakarta tersebut diikuti oleh ratusan pendonor dari kalangan prajurit TNI dan berbagai unsur masyarakat diantaranya mahasiswa UTY, anggota ormas AKBM (Anak Korp Baret Merah) wilayah Yogyakarta, dan organisasi kepemudaan lainnya. (rd)

Redaktur: Ja’faruddin. AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.