Menimbun Sembako Bisa Memicu Kenaikan Harga di Bulan Ramadhan

YOGYAKARTA – Kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa Ramadhan bisa disebabkan karena ada kecenderungan masyarakat mengalami panic buying atau melakukan pembelian dalam jumlah banyak untuk ditimbun.

“Panic buying  hanya akan membuat ketersediaan barang menjadi tidak stabil sehingga harga pun dapat naik signifikan. Oleh karenanya kami mengimbau masyarakat untuk membantu menjaga kestabilan harga komoditas pokok dengan tidak melakukan pembelian berlebihan untuk ditimbun,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Sri Fitriani saat pantauan harga bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Beringharjo, Yogyakarta dan Pasar Godean, Sleman pada Rabu (09/05).

Dikatakan Sri Fitriani, dalam upaya pengendalian harga, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditas pokok. Menurutnya, di Pasar Beringharjo sudah ada toko Segoro Amarto yang memasang HET dan di Pasar Godean ada Toko Tani Indonesia Center (TTIC).

Sri menilai secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok saat ini masih stabil dibandingkan beberapa minggu sebelumnya. Meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, kata dia, namun masih wajar karena kebutuhan masyarakat meningkat.

Selain itu, imbuh Sri, daya beli masyarakat naik karena bantuan sosial juga sudah mulai berjalan.

“Kondisi pasokan komoditas pokok saat ini masih sesuai permintaan. Dan jelang Ramadhan tahun ini kami akan terus pastikan pasokan selalu ada sesuai permintaan. Untuk komoditas beras, saat ini harga mulai cenderung turun, apalagi nanti kalau Bulog membantu dengan mengadakan operasi pasar. Ketersediaan beras pun terjamin,” ungkapnya. (kt1)

Redaktur: Fefin Dwi. S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.