Lawan Hoax, Rektor UGM Ajak Mahasiswa dan Alumni Sebar Berita Menyejukkan Jelang Pemilu 2019

YOGYAKARTA – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng mengajak para mahasiswa dan lulusan UGM tidak ikut-ikutan menyebarkan berita bohong atau hoax, namun sebaliknya bisa memilah mana berita bohong dan tidak serta selalu menyampaikan berita yang mendidik, cerdas dan menyejukkan,

Panut mengatakan, hoax semakin marak bermunculan menjelang pelaksanaan Pemilu 2019. Beragam informasi dan berita palsu ini dibuat dan disebarkan secara sengaja oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pesta demokrasi, kata Panut,  tidak lepas dari adanya ancaman bahaya yang mebawa dampak negatif, bahkan menghancurkan jika tidak disikapi dengan tepat dan cepat. Salah satunya adalah penyebaran berita bohong di media sosial dan pesan berantai,

“Jika tidak disikapi dengan hati-hati, masyarakat atau netizien pun dapat dengan mudah termakan tipuan hoax, bahkan ikut menyebarkan informasi palsu yang ada di tengah persoalan pelik ini,” katanya di hadapan 918 lulusan program pascasarjana yang tengah mengikuti prosesi wisuda di Grha Sabha Pramana, Rabu (23/01/2019).

Panut menjelaskan,  tahun 2019 menjadi tahun yang sangat penting dan ditunggu-tunggu oleh ratusan juta masyarakat Indonesia. Sebab, di tahun ini bangsa Indonesia akan melaksanakan perhelatan politik yang akan menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan.

“Penyelenggaraan pemilu membawa angin harapan bagi masyarakat yang akan memilih calon anggota legislatif serta pemimpin negara yang dapat membawa negeri ini ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Panut menegaskan, para lulusan UGM yang memiliki jati diri sebagai universitas nasional, harus mampu membawa mandat untuk menghadirkan kesejukan dan menjaga nafas persatuan bangsa,

“Pilihan boleh berbeda tapi kesatuan dan keragaman jangan sampai dikompromikan,” imbuhnya.

Panut menandaskan, kaum muda sebagai agen perubahan dan penerus bangsa harus menjadi garda terdepan menangkal maraknya penyebaran berita bohong. Sebagai generasi yang melek digital, menurut dia, pemuda sepatutnya menjadi role model untuk menyampaikan berita yang mendidik, cerdas dan menyejukkan,

“Jangan sampai kita terpecah belah karena isu-isu yang sarat kepentingan pribadi dan golongan,” tandasnya. (kt1)

Redaktur: Faisal

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.